Suamiku,kekasih terbaikku. . . . .


Suamiku,kekasih yang selalu setia bersamaku. . . . .
Kekasih yang senantiasa mendampingiku dalam setiap waktu dan situasi. . . .
Kekasih yang senantiasa membimbingku. . . .
Ya dialah suamiku,kekasih terbaikku. . . . .

___________________
Tak pernah sedikitpun ia berniat meninggalkan aku dan mencari wanita lain saat aku tak bisa memberikan keturunan padanya. Tepatnya 6 tahun yang lalu,saat aku tengah mengandung dengan usia kandungan yang menginjak 7 bulan. Aku mengalami keguguran dan pendarahan yang hebat sehingga dengan terpaksa dokter memutuskan mengangkat rahimku demi keselamatan nyawaku.
Saat itulah aku merasa aku bukanlah wanita yang sempurna karena aku tak bisa memberikan keturunan pada suamiku. . . .
Bukanlah waktu yang singkat bagi kami untuk menjalani hari-hari sepi tanpa hadirnya seorang buah cinta yang selalu dinanti oleh pasangan suami istri pada umumnya.
Kehampaan kadang menghampiri tapi suamiku seakan tahu isi hatiku.Ia sering mengajakku mengunjungi panti asuhan.Dimana banyak anak-anak kecil yang bisa menghilangkan kerinduanku pada sosok seorang anak.

Malam itu aku mencoba menyampaikan apa yang ada dalam hatiku padanya.
"yah,tidakkah ayah mencari ibu bagi anak-anak ayah. . .?",tanyaku.
Sejenak ia terdiam,lalu menatapku dengan senyum yang menghias wajahnya. . . .
"bunda,cukup bagi ayah menjadikan bunda pasangan hidup ayah baik didunia maupun diakherat kelak,insya'Allah.Ayahpun tak ingin melukai hatimu bunda",jawabnya dengan penuh kasih.
"tapi ayah,sungguh bunda ikhlas jika ayah mencari seseorang wanita yang bisa memberikan keturunan pada ayah"jawabku lirih.
"bunda,ayah bersyukur Allah telah mengaruniakan ayah istri sholehah seperti bunda.
Seorang istri yang senantiasa membangunkan ayah disepertiga malam terakhir,
seorang istri yang selalu mencuci kaki ayah,
seorang istri yang patuh,dan menerima ayah apa adanya,
seorang istri yang senantiasa memperlihatkan senyumnya pada ayah. . .
Itu semua sudah cukup bagi ayah. ."
subhanallah,tanpa kusadari butiran bening itu mengalir mendengar apa yang diucapkan olehnya. . . .
"bunda,ayahpun tak ingin mengingkari janji yang pernah ayah ikhrarkan saat hari kita dihalal dulu,pun belum tentu ada wanita sepertimu dizaman sekarang ini,dan ayah adalah lelaki yang beruntung bisa memiliki istri sepertimu. . .
Tidak ada pemberian yang lebih baik kepada seseorang setelah pemberian iman kecuali wanita yang sholehah"

ku tatap lekat wajahnya,ketulusan dan kasih sayang yang begitu tampak diwajahnya,
akupun memeluknya dengan tangisku yang tak tertahankan. . . .
"ayah,terima kasih atas segala yang telah ayah berikan pada bunda",ucapku diiringi isak tangis.
"itu sudah menjadi kewajibanku bunda,
aku akan setia mendampingimu,
menjadi perisai bagimu,
menjadi penentram bagi jiwamu. . . ."

subhanallah ,betapa Maha Besarnya Engkau telah megaruniakan aku pasangan yang membuat hidupku menjadi sempurna. . . .
Nikmat mana lagi yang harus aku dustakan?
Mungkin Engkau tidak menitipkan malaikat kecil-MU padaku,tapi sungguh aku bersyukur Engkau telah menitipkan seseorang kekasih yang begitu mencintaiku,seseorang yang memberiku kesempatan untuk meraih surga-Mu. . . . . . . . .
Comments
3 Comments

3 comments:

  1. saya terharu membacanya..seakan2 tidak percaya bahwa ada seorang suami berpiiran seperti itu...

    ReplyDelete

Artikel Lain :