Showing posts with label surat. Show all posts
Showing posts with label surat. Show all posts

Surat Dari Seorang Ibu Untuk Menantu Laki-Lakinya

WAHAI MENANTUKU:
aku hanyalah seorang ibu yang berbicara atas nama diriku sendiri dengan melihat putriku sebagai istrimu dan engkau sebagai menantuku. bila engkau membaca pesan ini semoga engkau melihat pula bayang wajah ibu yang telah mengandung dan melahirkanmu, berdiri bersamaku tepat dihadapanmu.

WAHAI MENANTUKU:
bukankah engkau sudah berjanji akan menjadi imam dunia akherat untuk putriku. bukankah engkau juga telah bersumpah untuk membawanya hingga ke baka dan memberinya satu tiket ke surga.

WAHAI MENANTUKU:
bila ada kelemahan dari istrimu dan seribu lagi keburukan yang dilakukannya akibat kelemahan dan juga karena kekurangan darinya, bukankah menjadi tugasmu untuk mendidiknya sekarang, begitu yang seharusnya.

WAHAI MENANTUKU:
diajarkan kepadamu oleh Nabi bahwa seorang suami tak boleh membiarkan mata istrinya basah walau hanya serupa tetesan embun dini hari. bukankah engkau sebagai suaminya yang harus melindunginya dengan rasa tentram dan aman. maka berikanlah keteduhan bagi jiwanya.

WAHAI MENANTUKU:
engkau suami yang dipilih Tuhan untuk putriku, bersabarlah terhadap istrimu dan tetaplah bersikap lemah lembut padanya. bukankah engkau menikahinya atas nama Tuhanmu maka sayangi dan peliharalah istrimu dengan jalan Tuhan.

WAHAI MENANTUKU:
sebagian besar penghuni neraka adalah perempuan dan itu disebabkan mereka durhaka terhadap suaminya, maka selamatkanlah istrimu dari dosa yang lebih besar. bukankah nantipun engkau akan ditanya tentang tanggung jawab bagaimana kau mengurus mereka dan menjaga jalan surga untuk bisa di lalui oleh yang harus kau bawa serta.

WAHAI MENANTUKU:
engkau di ijinkan menghukum istrimu sewajarnya namun janganlah mengenai wajahnya dan jangan pula menyentuh tubuhnya hingga meninggalkan jejak luka. janganlah menghardiknya dengan kata-kata kasar dan umpatan yang merendahkan seolah engkau turut menistakan dirimu sendiri sebab ia juga adalah pakaianmu...

Semoga keluarga kalian bisa menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah, Aamiin

Sebuah surat dari seorang calon menantu laki-laki kepada calon Mertuanya






Assalamualaikum Wr. Wb.
Teruntuk wahai Bapak yang dirahmati Allah
Bapak yang telah mendidik putrinya dengan penuh kelembutan
Bapak dengan sebuah gurat kewibawaan nomor satu di keluarga
Bapak yang telah menjadi seorang imam untuk wanita yang kucintai
Perkenalkan, aku adalah lelaki itu
Seorang lelaki asing yang mencintai putrimu
Seorang lelaki yang siap meneruskan tanggung jawab membahagiakan putrimu

Bapak, aku adalah pria serba biasa
Aku bukan keturunan seorang ningrat ataupun raja
Aku juga bukanlah pria bergelimang harta
Dan aku bukan seorang pria dengan kedudukan tinggi di puncak takhta
Yang aku miliki hanyalah Allah dan Rasul-Nya
Aku bukanlah Yusuf dengan segala keelokan paras dan ketampanannya
Aku juga bukan Sulaiman yang bergelimang harta dan kuasa
Aku juga tidak setangguh Umar dalam membela panji agama
Maafkanlah segala kelancanganku untuk meminta putrimu
Aku sadar betul, ini merupakan keputusan besar untukmu…
Ini adalah perjudian penuh resiko dalam hidupmu
Untuk merestui putrimu bersanding denganku
Wahai Bapak,
Dengan segala keterbatasan yang aku miliki
Percayalah pada niat suciku
Niatku untuk menjadi imam terbaik untuk putrimu
Niatku untuk memuliakan putrimu menjadi seorang wanita sesungguhnya
Niatku untuk membuat cemburu bidadari surga kepada putrimu
Niatku tuk memberikan teladan yang baik bagi anak-anak yang lahir dari rahimnya,
Cucumu kelak wahai Bapak

Dan niatku untuk menyempurnakan agamanya, agama kita
Akulah pria yang akan terus berusaha memantaskan diri untuk putrimu
Pria yang selalu berdoa dan bekerja untuk memberinya rezeki yang halal dan berkah
Pria yang dengan cintanya akan memenuhi nafkah untuknya
Wahai Bapak dengan segala kelembutan hati,
Aku takkan merebut putrimu dari sisimu
Sebagai imam, aku akan membimbingnya untuk selalu berbakti padamu juga ibunya
Karena engkau adalah pria nomor satu dalam hidupnya
Dan engkau adalah imam sekaligus walinya
Wahai Bapak,
Aku memohon padamu tuk bersedia jadi guruku
Seorang guru kehidupan sekaligus seorang teladan

Aku membutuhkan bimbinganmu tuk penuhi janjiku
Janji untuk bahagiakan putrimu
Ajari aku tentang kesabaran
Ajari aku juga tentang kelembutan
Karena aku yakin engkaulah sosok yang paling menguasainya
Dan aku akan menjadi murid paling beruntung di dunia
Wahai Bapak,
Izinkan aku menjadi seorang sahabat barumu
Sahabat yang senantiasa berbagi cerita dan merindukan nasihat
Izinkan aku menjadi rivalmu
Rival yang senantiasa terpacu untuk memberikan yang terbaik untuk putrimu
Izinkan aku menjadi anakmu
Anak yang akan berbakti dan mengabdi padamu
Wassalamualaikum Wr. Wb.

diadaptasi dari buku : JangaN Bodoh Mencari Jodoh

Surat Cinta Untuk Suamiku



Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh..

Apa kabarmu disana sayang ?? ku pastikan kau disana sama dengan diriku, sehat tak kurang apapun.

Jelaslah rindu ini yang membuatku ingin menyampaikan setiap kata dengan pena cinta yag ku miliki. Ku pun yakin, kau disana lebih memiliki rindu yang maha dahsyat untukku.

Sayang, kau tahu bukan. Jika ada junjungan tertinggi pada makhluk Nya yang patut aku sembah selain padaNya itu adalah dirimu, pastilah aku hibahkan sujudku selain padaNya. Tapi sungguh sayang, ku yakinkan hati ini bahwa setinggi-tingginya mahabbah hanyalah pada Nya, tak ada selain untukNya. Kau pun tahu, cintaku padamu hanyalah perjuanganku untuk meraih cintaNya.

Jangan kau harapkan cintaku layaknya Juliet pada Rome atau Laila pada Qais, tak mungkin ku merelakan cintaku tersia-sia layaknya cinta mereka. Maka sayang, ajarkanlah aku untuk memupuk cinta yang telah mempertemukan kita, menjadi cinta yang maha dahsyat yakni karna kecintaan kita pada Allah dan untuk Allah. Karna cintaNya lah yang mampu meredam kerinduan kita.

Kau ingat sayang, kau begitu memuji keindahan atas penciptaanNya terhadapku, keelokan wajahku. Seandainya keelokan wajahku adalah yang terpenting untukmu, kan kuhias diri ini penuh warna untuk membiusmu pada keelokanku. Tapi benerkah itu yang terpenting untukmu ??

Seandainya benarlah itu yang lebih kau pentingkan, maka kau bukanlah suami yang tepat untukku. Tapi waktu ternyata berkata bahwa kau tak mementingkan semua keindahan dunia, terbukti ketika kau terus mengingatkanku untuk mendoakan perjuanganmu dan mendedikasikan waktuku untuk anak-anak kita dan perjuanganku.

Kau ajarkan aku menghiasi diri ini dengan akhlak dan keikhlasan. Kau bantu aku agar menjaga lisan dan kesabaran. Allah telah mempertemukanku dengan Mujahid terbaik untukku, karna kau pun tak pernah lepas dari mempekuat dirimu dengan taqwa dan keteguhan untuk menjagaku dan anak-anak kita. Ketawadhuanmu membuat ukiran cinta dihatiku kian rumit.

Terimakasih yaa cinta, atas dedikasimu padaku dan anak-anakmu. Tanpamu mungkin aku tak mampu mengenal dien ini secara baik, tanpamu mungkin aku lemah mengenalkan dien ini pada anak-anak kita. Tanpamu mungkin kini ku rapuh dalam menjalani indahnya mengenal agama Allah. Betapa aku bersyukur karna Allah mencintaiku dan mencintaimu sehingga kita dipertemukannya dalam Naungan CintaNya.

Ingatlah sayang, cinta kita hanyalah aplikasi kecintaan kita pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tak ada cinta yang patut dijunjung tinggi selain cintaNya. Yakinlah bahwa aku hanya ingin mencintaimu karna Allah.

Maka sayang “ Cintailah aku Karna Allah “

http://www.bukanmuslimahbiasa.com

buat SUMAIku


Suamiku… Hari ini aku ingin berterima kasih padamu.

Karena tanpamu tak ada hari ini, hari ulang tahun pernikahan kita.

Suamiku… Mengingatmu di 12 tahun yang silam, aku lupa bahwa aku belum berterima kasih padamu. Padahal kamu yang mengajariku, dengan mengucapkannya setiap hari padaku, karena katamu rumah ini selalu terlihat indah sebab aku tak pernah berhenti senyum jika melihatmu.

Suamiku… Tahukah, aku tak pernah sekalipun punya alasan marah padamu. Kau tak pernah berhasil melakukannya. Jika aku lalai dengan berbuat salah, kau menasihatiku tanpa ku merasa ternasehati olehmu. Kisah-kisah kekasih Rasulullah, selalu membuatku terpukau. Sering aku bertanya, bagaimana kau bisa begitu sempurna bercerita padahal disaat yang sama kau sedang menasihati istrimu yang banyak kekurangan ini.

Suamiku… Mengenang masa lalu sungguh membuatku malu. Kau menerima kekuranganku. Aku yang kurang pandai memasak, aku yang kurang pandai mengurus rumah, aku yang kurang pandai bergaul dengan teman-temanmu, banyak sekali kekuranganku. Tapi kau, rajin sekali mengajariku dalam banyak hal. Hingga ibumu memuji masakanku karena kau rela menjadi bahan percobaan resep-resep baruku, lalu rumah kita yang rapi karena kau selalu membantu memisahkan baju kotor atau menata ulang ruangan kita, dan kau pun yang rajin mengajakku bersilaturrahim ke keluarga besar atau ke teman-teman kita sampai teman-teman akhwatmu pun kini bersahabat denganku.

Ah suamiku… Sekarang si sulung dan si bungsu yang mambantuku memasak, merapikan rumah dan mereka yang rajin mengajak bersilaturrahim. Apa kubilang, kamu jago sekali mendidik mereka. Kadang aku cemburu, karena setiap malam mereka memintaku menceritakan masa mudamu (hanya beberapa kali mereka menanyakan seperti apa bundanya dulu). Sebagian cerita itu aku mengarangnya dan sisanya aku bertanya pada ibumu juga sahabat-sahabatmu seperti apa kamu dulu. Mereka penolongku, karena kita tidak mengenal sebelumnya kecuali beberapa bulan sebelum akad nikah.

Suamiku… Hari itu indah ya. Mungkin aku yang paling beruntung, karena ternyata kamu begitu pintar membuatku mengerti banyak hal tentang dunia yang aku tidak pernah tahu sebelumnya. Setiap katamu selalu penting bagi ku. Buku sajak yang kau berikan padaku malam itu, sampai sekarang masih tersimpan di rak buku kita yang 60 hari lalu kau tata ulang.

Suamiku… Sepertiga malam di 60 hari yang lalu membuatku jadi istri paling beruntung. Karena kamu bilang, di surga kelak hanya satu bidadari yang kamu pilih yaitu aku. Aku cemberut, karena aku tahu kamu bohong. Di surga pasti bidadarinya tak sejelek aku. Lalu kenapa kamu memilihku.

Pagi itu, usai subuh. Kamu memintaku mengantar anak-anak pergi ke sekolah karena kau mengeluh tidak enak badan dan memilih tidur sejenak sebelum berangkat ke kantor. Tidurmu begitu pulas, hingga anak-anak yang berpamitan ke padamu tak kau gubris. Rupanya waktu itu kau sedang berhadapan dengan maut. Badanmu keluar banyak keringat dingin, dan tiba-tiba si sulung mengambilkanku Al Qur’an dan membukakan surah Yasin untukku. Si sulung menjagamu ketika aku menghubungi keluarga besar kita lalu bergegas mengambil air wudhu. Kamu tak pernah sakit, tapi mengapa pagi itu Allah menatakan hidup yang baru untukku begitu cepat. Sedang anak-anak kita masih membutuhkan kasih sayangmu.

Jadi benar kamu sekarang di surga sedang menghindari para bidadari itu, lalu memilih menungguku? Aku berusaha percaya padamu karena itu alasanku untuk berhenti menangisimu.

Suamiku… Si bungsu akan di wisuda TK. Dia mengafal Surah kesayanganmu di acara pelepasan. Ah suaramu masih kalah enak dengan si bungsu. Oh ya aku merekamnya, kata si bungsu “bunda setelah surah Ar Rahman, surah kesayangan ayah yang lain apa ya bunda, kan waktu itu ayah belum sempat bilang?” sudah lama aku tak menangisimu, mendengar pertanyaan yang tak mampu ku jawab, air mata leleh lagi. Untung ada si sulung yang mengalihkan pertanyaan si bungsu.

Bulan depan si sulung akan melanjutkan pendidikan menengahnya di pondok pesantren pilihanmu. Aduh ayah, testnya susah sekali. Untung si sulung cerdas sepertimu.

Suamiku… Aku tahu, maut bukan memisahkan kita.

Tapi menyatukan kita di masa yang lebih kekal.

Asal kau janji, jangan lirik bidadari yang lain yah disana.

(Kau tidak berhasil membuatku marah, tapi dengan sukses kau membuatku cemburu. Ah ayah)

Buat Suamiku




Surat Untuk Suamiku Tersayang ^_^'

Assalamu'alaikum suamiku sayang,....??? :)


Aku tulis surat ini dengan penuh kehangatan cinta dan kasih sayang kepamu ^_^'
semoga Allah Swt, senantiasa menjaga kita Aamiin.. :)


Suamiku Sayang....??? Engkau adalah pemimpin rumah tangga kita, aturlah kami dengan aturan Allah, pimpinlah kami untuk taat kepada-Nya. Bimbinglah kami terhadap apa yang baik untuk kami. InsyaALLAH aku dan anak-anak kita nanti akan menghormatimu, memuliakanmu & taat kepadamu. :)


Suamiku Sayang,,,.... Engkau adalah anugrah dan kenikmatan yang sangat besar yang telah Allah karuniakan kepadaku. :)
"ketika banyak para wanita yang belum menikah, Allah mengaruniakan aku seorang Suami Sholeh InsyaALLAH seperti dirimu Sayang,,..." :*
"kebanyakan suami* yg acuh dengan perbuatan istrinya yg salah, Allah memberikan aku seorang suami yg selalu menasehatiku, yaitu dirimu Sayang,..." :)
"ketika banyak suami yg tidak peduli halal&haram ketika ia mencari rezeki, Allah memberikan kpdku seorang suami yg merasa cukup dgn yg halal, masih banyak lagi kebaikan dan keutamaan kamu Sayang,..." ^_^'


Kebaikan kamu, kasih sayang, perhatian sekaligus jerih payahmu yg begitu tulus kamu berikan...,
Lalu apakah pantas bagiku untuk tdk bersyukur kpd Allah atas nikmat darimu.,,..???
& apakah pantas bagiku untuk tdk berterima kasih kpd Kamu Sayang....,??? :'(


Suamiku Sayang...,??? Aku sadar bahwa pernikahan bukanlah syurga yg tdk ada problema, kesusahan juga kesulitan.., juga bukn neraka yg hanya kesulitan & kesengsaraan.,
***Semoga dgn itu aku lebih siap+tegar jika kesusahan, kesulitan datang menerpa.,,, Aamiin ^_^'



Suamiku Sayang,,.. InsyaALLAH aku akan menjadi pendamping yg kokoh dlm mengarungi rumah tangga kita, hanya kpd Allahlah aku memohon pertolongan.,, ^_^'


Suamiku Sayang...., aku ingin belajar hidup Qona'ah tdk mau bnyak menuntut kpdmu, :)
senantiasa menaatimu sekaligus memberikan pelayanan yg terbaik kpd kamu sayang.., ;)

Untuk Suamiku Tercinta




Untuk suamiku tercinta

السًّلا Ù… عليكم ورحمة الله وبركاتهًّ

Aku tulis ini untuk mengingatkan bahwa pernikahan kita hari ini adalah ikatan sesaat. Di akhirat lah pernikahan yang abadi itu. Kalau hari ini engkau menghiasi hidup dengan iman dan amal sholeh, dan tidak henti mengingatkan istrimu ini untuk senantiasa untuk memperbaiki diri. Maka insyaalah di dunia aku istrimu dan kelak di akherat aku bidadarimu.




SAYANG………..

Apa yang sudah kita lakukan agar pernikahan ini barokah? Apakah yang sudah kita kerjakan di saat usia kita semakin tua? Inilah yang perlu kita renungkan sejenak. Meski manusia mengatakan betapa muda usia kita, tetapi tidakkah masa berganti dan zaman bertukar? Semua itu pertanda bahwa usia kita semakin mendekati titik akhir. Setiap detik perjalanan hidup kita adalah perjalanan menuju kematian. Dan Allah Azza wa Jalla sudah mengingatkan bahwa setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati.

Karenanya…… ada yang perlu kita kerjakan agar abadi cinta kita. Ada yang perlu kita tangisi atas kesalahan yang tak henti-henti kita kerjakan. Ada yang perlu kita ingat atas amanah yang telah Allah berikan kepada kita atas pernikahan kita ini kelak akan memberi bobot kepada bumi dengan kalimat La ilaaha illallah.

SAYANG………..

Kalau ada keshalihan pada diri mereka, Insyaallah akan selalu ada do’a yang mengantarkan kita pada kemuliaan yang lebih tinggi di sisi Allah. Kalau pun mereka lalai mendo’akan, keshalihan mereka cukup sudah menjadi kebaikan yang menyejukkan mata kita di akhirat. Cintai dan sayangilah anak-anak kita dengan sepenuh jiwa.




Indahnya Cinta

Usaplah kepala mereka dengan penuh rasa sayang. Perdengarkan kepada mereka kalimat-kalimat mulia dengan penuh kelembutan. Tetapi mampukah kita menyayangi mereka dengan penuh ketulusan kalau seandainya hati kita bercerai-berai?.

Tentunya aku tak menginginkan rumah yang selalu hangat dengan kehadiranmu ini akan gersang, jauh dari rasa cinta dan kasih sayang. Tetapi apakah yang dapat menjamin kita saling menyayangi jika cantiknya wajah bisa hilang dan kencangnya kulit bisa berubah menjadi keriput? Tidakkah engkau lihat betapa banyak manusia yang menyatakan saling mencintai saat menikah, tetapi sebelum anak ke dua lahir mereka sudah saling bertikai? Apakah yang salah pada mereka sehingga cinta yang dulu menggerakkan mereka untuk menikah, sekarang sudah menjadi apinya?

Ada yang sering kita lupa, cerita memang bisa disuburkan dengan kata – kata yang membakar jiwa. Tetapi kata apa yang bisa terucap jika jiwa telah membeku dan kehangatan cinta sudah musnah?

Maka ada yang perlu kita perhatikan agar jiwa kita hidup, sehingga kata-kata cinta dengan sendirinya akan senantiasa menghiasi. Ada yang perlu kita benahi agar tanpa kata cinta pun, rasa cinta itu tetap ada dan bersemi indah di dada.

Aku tak hendak berpanjang kata dengan ungkapan berbunga-bunga. Usia pernikahan kita sudah beranjak jauh, cukuplah dengan nasihat, zaman bertukar masa berganti, sedangkan hati sesuai dengan sifatnya berbolak-balik. Karenanya sudah saatnya kita menyuburkan cinta dalam keluarga, justru tidak dengan mengandalkan pada ungkapan yang indah. Kita suburkan kasih sayang dan rasa cinta yang tulus denagn memohon kepada yang menggenggam Qolbu, Allah Azza wa Jalla. Kita kerjakan perkara-perkara yang termasuk amal shalih, memberi makan fakir miskin, berbuat baik pada orang tua, dan bentuk-bentuk amal shalih lainnya. Semoga dengan itu Allah ridlo kepada kita, memperbaiki iman kita, dan melimpahkan rasa cinta serta kasih sayang kepada kita.

Sungguh, inilah cinta yang tak mudah aus dimakan zaman, sebab perasaan ini hadirnya bukan karena eloknya wajah dan manisnya senyuman. Bukan juga karena merdunya suara dan lembutnya perkataan. Tetapi perasaan ini hadir karena Allah Ta’alasendiri yang menanamkannya, sehingga meski engkau dan aku sudah semakin tua, tak ada yang menghalangi perasaan untuk senantiasa dekat. Karena perasaan cinta yang Allah tanamkan itulah, seperti apapun senyummu, selagi bukan karena marah, tetap akan terasa indahnya.

Kalau ikatan perasaan yang tumbuh karena iman dan amal shalih sudah ada diantara kita, maka kita boleh berharap tentang suatu masa ketika langit telah di gulung dan bumi telah di lipat.

Kelak ketika dunia sudah berakhir, ada suami istri yang Allah Ta’ala abadikan hubungan mereka. Kalau timbangan amal salah satunya kurang, ia akan disusulkan kepada timbangan amal yang lebih berat. Jika engkau dan aku termasuk di antara yang shalih, Allah Ta’ala akan saling susulkan kita ke dalam surganya. Jika para pemuja cinta berkata”tak ada yang dapat memisahkan cinta kita kecuali kematian” , maka bagi orang-orang yang beriman ungkapan itu tak berlaku. Sebab bagi mereka, kematian tak sanggup memutus ikatan cinta.

Demikian ku tulis surat ini, semoga ada yang dapat kita renungkan. Semoga atas ridlo Allah abaadi cinta kita hingga kiamat tiba. 

“ DI DUNIA AKU ISTRIMU DAN DI AKHIRAT AKU MENJADI BIDADARIMU” .

والسًّلا Ù… عليكم ورحمة الله وبركاتهًّ

Sudah Habis Kata dan Rasa

oleh Sekar Andini S pada 24 Januari 2011 jam 21:29

Rasanya sudah selesai semua perjalananku ini... Dengan segala ketidakpastian karena bila pasti pun, tidak ada yang bisa menjamin sama sekali.


Dibenturkan dengan kenyataan bahwa aku harus menurut oleh perkataan orang tuaku terlebih permintaan seorang ibu yang bagiku sangat berarti. Pilih keinginanku sendiri atau menuruti kemauan orang tuaku???


Bingung ketika dihadapkan dengan kerasnya kemauan ibuku. Meski aku tahu, ia melakukan itu semua dengan berharap aku mendapat yang terbaik dalam hidupku. Ya, begitulah... Selama ini memang ibuku lah yang menjadi tempat segala curahan hatiku. Dan tentu feeling seorang ibu jauh lebih kuat dibandingkan keinginanku yang tentu belum pasti terbaik untuk masa depanku kelak.


Aku harus mengalahkan egoku, bahkan untuk orang yang aku cintai sekalipun. Karena ku sadari, keluargaku lah yang paling ku cintai dan tentu harus di utamakan dibandingkan dengan insan-insan lain yang ku cintai.


Sudah habis kata dan rasa.. Jika tidak mencintai keputusan ibuku, sama halnya tidak mencintaiku. Jika berani mengambil isi hatiku namun tak berani berizin pada keluargaku terlebih pada ibuku, jangan harap aku bisa balas mencintai.


Maafkan... sudah habis kata dan rasa. Biarkan semua ku pendam, hingga tiba masanya.. dan kelak berbicara. Bahwa aku mencintai yang mencintai keluargaku. Sudah sampai disini. Habis.....

SURAT UNTUKMU, NAK

Anakku yang dicintai Allah, sudah kewajibanku pula untuk mengingatkanmu, bahwa kau bukan hanya akan mencari seorang suami , Nak. Akan tetapi, juga seorang Ayah bagi anak-anakmu. Dari spermanya akan mengutuh jati diri anakmu nanti. Dalam rahimmu akan mewujud buah hatimu kelak.

Karenanya, pandanglah jauh menerawang. Bukan semata dari kedudukannya saat ini, Nak. Bukan pula sebatas ketampanan kini. Bayangkan bertahun kemudian. Ketika kalian menua bersama. Ketika kalian menatih jalan anak pertamamu. Ketika kalian merapikan mukena gadis kecilmu yang sedang belajar shalat.

Seperti apa ia kelak, Nak? Apakah ia akan membangunkan dengan kecupnya sewaktu Subuh menjelang? Akankah kau melantunkan alquran sebagai lagu nina bobo? Yakinkah kau bahwa anakmu akan menjadi prioritas utama, bahwa kalian akan menjadi ayah dan ibu penuh waktu –bukan ayah dan ibu akhir pekan?


Sebagaimana kau ketahui, Nak. Aku menuliskan ini bahkan ketika aku belum dapat memastikan seperti apa sosok bundamu. Namun kujanjikan kepadamu, Nak, aku mendoa siang malam agar Allah menganugerahimu Bunda terbaik bagi dunia dan akhiratmu. Bunda dengan hati lembut, yang senyum penuh kasihnya buncah setiap memandangmu. Bunda dengan tubuh yang anggun, yang sanggup mengajarimu berpeluh demi umat. Bunda dengan cita-cita besar, yang menanamkan ridha Allah sebagai tujuan utama keluarga kita.

Sebagaimana kau ketahui pula, Nak.  siang malam pula, Nak, aku berdoa agar mampu menjadi Ayah terbaik bagi dunia dan akhiratmu.. Ayah yang mewujud sahabat terbaikmu. Ayah yang menggenggam tanganmu erat dalam mengarungi naik turun kehidupanmu.

Mungkin akan lama surat-surat ini menanti, hingga tersampai pada masa yang tepat bagi anak saya untuk membacanya. Tetapi bukankah Allah adalah pengabul segala pinta? Karenanya biarlah ini menjadi salah satu wujud doa saya. Biarlah terpanjat. Biarlah terdengar.
Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al-Mu’min (40): 60).

Surat Cinta Sang KEKASIH ♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ï·²¸¸.•*¨*•♫♥♥♥

oleh RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF pada 15 Oktober 2010 jam 13:18
 
Al Quran adalah Ayat Ayat Cinta sebagai titian antara hamba dan ALLAH, guru mengaji saya bilang bahwa ciri-ciri orang yang beriman adalah ketika disebutkan nama ALLAH, bergetarlah hati mereka, dan ketika dibacakan pada mereka ayat-ayat Allah, bertambahlah iman mereka kini pertanyaan itu saya ajukan kepada diri saya

Benarkah saya mencintai ALLAH dengan sebenarnya? Ataukah kata-kata itu hanya penghias bibir mungil saya belaka? Adakah hati saya bergetar ketika ada yang menyebut nama ALLAH atau terbaca pada saat saya mengaji? Adakah cinta, kerinduan dan iman saya bertambah ketika dibacakan pada kita ayat-ayat ALLAH? jawabannya BELUM…
Mengapa BELUM karena saya belum menempatkan ALLAH sebagai kekasih saya, karena saya belum menjadikan Al Quran sebagai surat cinta dari ALLAH yang seharusnya ketika membaca surat cinta merupakan hobi seperti layaknya orang yang sedang sedang jatuh cinta, saya belum menjadikan membaca Al Quran sebagai petualangan menuju ke alam penuh kasih dan kerinduan… Saya belum membaca surat cinta dengan penuh rasa haru, rindu dan khusyuk. Bahkan karena derasnya aliran sungai kerinduan dalam hati saya belum mampu membuat saya menangis, air mata belum lagi tumpah….

Iya, saya sedang berusaha untuk membaca surat cinta ALLAH [Al-Quran] paling sedikit satu “Ain” setiap hari, karena saya ingin merasakan getaran dahsyat ketika rasa rindu itu hadir untuk membaca dan membaca lagi.. semoga saya mampu
Jadi, bagaimana kalau mulai malam minggu ini kita berjanji untuk membaca surat cinta ALLAH sekali saja sehari, kemudian jika masih dirasa kangennya belum hilang kepada ALLAH kita tambah lagi?
Pecinta sejati tak akan pernah bisa bertahan untuk berjauhan dengan sang kekasih bukan? Sesungguhnya keinginan yang sulit untuk dibendung adalah ingin selalu berdekatan dan berada dalam dekapan sang kekasih, dekapan penuh kedamaian dan ketentraman bukan? Begitulah semestinya hati orang-orang beriman, orang yang mengaku mencintai Penguasa jiwanya, Pencipta dirinya dan yang selalu tanpa pernah henti melimpahkan rahmat dan karunia-Nya.


*separuh tulisan ini saya kutip dari OASE di EraMuslim.Com sebagai peringatan untuk diri saya yang sedang mencari ALLAH, semoga berguna yah, insya ALLAH … Selamat menikmati surat cinta ALLAH, semoga malam ini ada surat cinta di email saya setelah saya selesai mengaji, Loh De? ah masih saja dunia, ampuni hamba ya ALLAH*;

♥Ƹ̵̡Óœ̵̨̄Æ· Teruntuk Suamiku Tersayang… ♥Ƹ̵̡Óœ̵̨̄Æ·

ketika akad itu telah terucap
ada sebuah amanah baru yg hrs kita tanggung bersama
amanah sbg seorang istri dan suami

sebuah perjanjian yang telah terikrarkan
tidak hanya di hadapan penghulu dan orang-orang
namun perjanjian yang disaksikan para malaikat
dan AllAh pun memberikan amanah kita untuk menjaga perjanjian suci tersebut
Ada yg perlu kita perjuangkan bersama-sama
mewujudkan keluarga yg sakinah, mawadah, warahmah
keluarga yg senantiasa berada dalam keberkahan Allah..

saat ini dalam usia pernikahan yang masih sangat baru, ibarat akan memasuki sebuah rumah, maka kini kita baru menginjakkan kaki di halaman rumah tersebut
kita belum sampai di terasnya, apalagi di dalam rumah tujuan kita tersebut
masih banyak langkah yang harus kita ayunkan untuk sampai ke dalam rumah tersebut
masih banyak hal yang harus kita lalui untuk sampai pada tujuan kita

mungkin akan ada banyak godaan dan ujian sebelum kaki ini menapaki teras rumah itu
untuk kemudian masuk ke dalam rumah tersebut
seperti roda kehidupan yg kadang di atas kadang di bawah
bahwa pernikahan tdk selamanya indah, akan ada masa suka dan duka yg datang silih berganti
begitupun dengan kehidupan rumah tangga kita, akan ada cobaan yang harus kita lalui
ujian dari Allah untuk membuat kita makin baik kedepannya
agar kita makin dewasa dan bijak menghadapi berbagai permasalahan

jangan sampai ujian-ujian tersebut menjadikan kita mundur ke belakang
jangan sampai godaan membuat kita mengingkari amanah dari Allah
jangan sampai membiarkan setan tertawa melihat kita, ketika nafsu tlh mengacaukan perjanjian suci tersebut
dan semoga cobaan itu tidak akan membuat kita terpisahkan

hanya dengan memohon petunjuk dan pertolonganNya, kita bisa atasi segala cobaanNya
karena tidak ada cobaan yg diberikanNya melebihi kemampuan kita
dan pasti selalu ada hikmah dibalik semua ujian yg kita alami
skenarioNya pasti adalah yg terbaik
begitupun dengan skenarioNya menyatukan kita dalam sebuah ikatan pernikahan
engkau adalah yg terbaik buatku, begitupun diri ini adalah yg terbaik buatmu
apapun kondisi dan keadaan pasangan kita, ada sisi-sisi kebaikan disana
sehingga Allah menjodohkan kita dalam ikatan pernikahan
semoga dengan pernikahan ini, Allah bukakan pintu-pintu kebaikan

Allah telah memandang pernikahan sebagai sebuah ikatan yang sangat tinggi dan suci
mitsaqan gholizha (perjanjian yang berat)
kita dituntut harus menjaga kehormatan pernikahan ini
karena ada kesetiaan yang harus dirawat atas perjanjian suci tersebut
tidak hanya kesetiaan pada teman hidup yang telah ikhlas mencintai
tapi lebih dari itu, ada kesetiaan kita pada Alloh
sebab ketika menikah kita telah mengambil amanah dariNya…

semoga Allah berikan kekuatan dan kesabaran kita hadapi semua cobaanNya
semoga Allah kekalkan ikatan kasih sayang kita smp hayat memisahkan
semoga Allah memperbaiki hati dan perilaku kita
semoga Allah senantiasa menyatukan kita dalam kebaikan
dan semoga Allah memanggil kita beserta keturunan kita seperti janji dlm Az-Zuhruf:70
“dan masuklah kesurga bersama istri kamu untuk digembirakan”
amin

for my beloved husband : smg Alloh senantiasa menjagamu dlm kebaikan&ketaatan padaNya dan menjauhkanmu dari berbagai godaan&tipu daya dunia..amin

Duhai Istriku

Duhai Istriku

Kehadiranmu memancarkan seribu kesyukuran buat diriku,

Pada diriku, tiada sesuatu yang istimewa untuk dipersembahkan buatmu,

Kerana aku…bukanlah yang terhebat,

Kerana aku…bukanlah yang terbaik,

Kerana pada diriku…banyak kekurangan,

Namun dikau tetap saja menerima dan memilihku sebagai seorang suami…

Istriku…

Yang aku kejar hanyalah untuk meraih keridhaanmu, demi mencapai keridhaan Allah…

Istriku…

Ku tahu, disebalik kejernihan matamu, disebalik kebersihan wajahmu, disebalik senyum manismu,

Tersembunyi seribu satu kisah suka dan duka,

Kepayahan memperjuangan kebenaran agama,

Terkadang dikau menderita menerima tomahan dan celaan manusia,

Sengsara menanggung musibah yang tak pernah reda,

Itulah lumrah dakwah…jalannya tak ditabur dengan bunga,

Namun dikau tetap bersabar demi meraih pahala,

Ku doakan buatmu Syurga,

Moga kita bertemu dan tetap saja bersama di sana,

Duhai istriku… yang tercinta…
istriku

istriku

Istriku…

Kuatkanlah hatimu, tabahkan jiwamu, bakar semangatmu,

Ketahuilah aku sentiasa menyokongmu,

Ingatlah janji Allah itu adalah benar dan sangat indah buat hambanya yang sabar,

Insha Allah perjuanganmu takkan sia-sia duhai Istriku…,

Semoga Allah menghadiahkan buatmu syurgaNya yang kekal selamanya,

Andai dirimu menempuhi segalanya dengan sabar dan redha,

Andai dirimu ikhlas berjuang demi Allah Yang Maha Esa…

Istriku…

Apa yang kuharapkan..

Bukanlah mencari seorang istri yang cantik rupanya,

Bukan kutagih minta diperhatikan,

Bukan ku rela dipuja dengan cantik dan rupawan,

Bukan semua itu semata-mata,

Itu semua tak membawa makna

Seandainya tidak didahulukan dengan agama,

Hidup kita juga mungkin tak beroleh bahagia…

Istriku…

Ku mengharapkan…

Dikau membantuku ke arah jalan keselamatan,

Berpedomankan generasi pilihan dan terbaik sepanjang zaman,

Kau menyadarkan aku akan cinta Tuhan,

Kau mengajarku arti kesabaran,

Kau hiasi diriku dengan pakaian cinta keimanan dan cinta ketaqwaan,

Kau mendidik diriku akan cinta ketabahan,

Istriku…

Semoga insan lain sedang nyenyak tidur di malam yang sepi,

Dikau mengejutkan aku atau aku yang mengejutkanmu dari alunan mimpi,

Di sepertiga malam terakhir kita berdua bangun bermunajat pada Ilahi,

Memohon keampunan dari Allah yang saat itu turun ke langit bumi,

Ayuh kita contohi teladan Nabi,

Menjadi hamba yang sentiasa mensyukuri,

Akan nikmat Allah yang melimpah luah tidak terperi,

Segala ujian yang mendatang bersama kita harungi,

Moga ketabahan, kesabaran, keredhaan, dan istiqomah sentiasa mengiringi.

Istriku…

Janganlah dikau menangis,

Karena tangismu turut mengundang duka di hatiku,

Istriku…

Janganlah dikau bersedih,

Sesungguhnya Allah sentiasa bersamamu,

Duhai Istriku…

Ketahuilah, daku mencintaimu kerana Allah…

PANGERANKU

Pangeranku..
Bagaimana kabarmu hari ini??
Mudah-mudahan kau baik-baik saja..
Akupun disini Alhamdulillah baik-baik saja

Pangeranku,
entah kenapa hati ini tidak sabar menunggu saat itu
Saat dimana Allah mempertemukan kita
Saat Dimana kebahagiaan itu akan menyatukan kita
Saat dimana kita berjuang bersama dalam gerakan dakwah ini
Membangun generasi-generasi yang shaleh dan shalehah
Yang siap membangkitkan islam kembali ke masa kejayaannya

Pangeranku,
Sebenarnya aku sangat malu
Malu bila diri ini tidak sebanding denganmu
Malu bila diri ini tidak bisa mengimbangi keshalehanmu
Tidak bisa menjadi pendamping yang seperti yang kau impikan dari dulu
Aku malu pangeranku..
Tapi aku berjanji
Aku akan berusaha memperbaiki diri
Aku harus bisa menjaga diri
Agar kelak nanti
Aku bisa menjadi seseorang yang bisa kau banggakan
Seseorang yang bisa membuatmu bahagia dan senang
Seseorang yang sesuai dengan yang kau impikan

Pangeranku,,
Akan aku jaga hati ini untuk tetap suci
Agar kelak hanya namamu saja lah yang pernah singgah di hatiku
Tidak akan aku buai hati ini dengan nama orang lain
Tidak akan aku biarkan namamu menjadi nama ke 100 yang singgah di hati ini
Aku akan berusaha untuk tetap mensucikan hati ini dari orang-orang yang belum halal bagiku

Pangeranku,,
Aku akan menjaga pandangan ini
Aku berjanji akan menundukkan pandanganku mulai saat ini
Agar hanya kamulah yang akan aku pandang dengan segenap jiwaku
Agar hanya dirimulah yang akan aku pandang dengan cinta yang menggebu
Tidak akan aku biarkan laki-laki lain menikmati pandanganku ini
Karena hanya kau yang berhak pangeranku
Aku tidak mau pandangan cintaku ini menjadi tidak berarti di matamu
Karena telah sering aku berikan pada orang lain

Pangeranku,,
Tidak akan aku biarkan orang lain menerima surat cinta dariku
Ataupun kata-kata cinta dariku
Karena hanya dirimulah yang akan aku berikan kata-kata itu
Aku tidak mau kata-kata itu menjadi tidak berarti pula bagimu
Karena sering aku obral kata-kata itu pada orang-orang lain

Pangeranku,,
Aku berjanji, hanya kaulah yang akan melihat mahkotaku
Mahkota yang senantiasa aku jaga dan aku tutup dengan jilbabku
Aku tidak mau mahkota ini dilihat orang lain
Mahkota yang senantiasa aku rawat agar menjadi indah kelak dimatamu

Aku janji pangeranku
Aku tidak akan membiarkan orang lain menikmatinya
Aku ingin kau bangga padaku karena aku bisa menjaganya untukmu
Aku tidak peduli kalau terkadang rasa panas ini menggangguku
Karena aku yakin, rasa cintaku padamu dan rasa cintaku pada Yang Maha Pencipta
Akan mengalahkan semua itu
Karena kebahagiaanmu dan keRidhoan Allah lebih berarti bagiku

Pangeranku,,
Mulai saat ini aku juga berjanji padamu
Aku tidak akan membiarkan orang lain menyentuh tubuhku
Aku sadar, bahwa diriku ini terlalu mahal untuk di obral
Aku sadar, diri ini terlalu mulia
untuk disentuh oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab
Aku akan menjaga tubuhku ini agar berharga di matamu
Agar hanya dirimulah yang kelak akan menyentuhnya
Aku menyadari, kau pasti akan sedih
Kalau tubuhku ini sudah banyak dinikmati orang lain

Tapi jangan khawatir pangeranku
Aku senantisanya menjaganya dari dulu
Karena semua ini hanya akan kuberikan padamu

Pangeranku,,
Aku janji akan banyak belajar
Belajar untuk lebih shaleh, lebih taat dan lebih pintar
Belajar menjadi wanita yang terhormat dan terjaga kesuciannya
Aku nggak mau kamu kecewa kelak ketika melihatku
Aku akan memperbaiki akhlakku agar kelak seimbang dengan keshalehanmu
Aku akan perbanyak amalku
Aku tidak mau kelak berpisah denganmu di akhirat
Karena amalku yang sedikit, tidak seimbang dengan amalanmu yang berlimpah
Aku ingin menikmati setiap malam-malam yang mulia itu bersamamu
Bersamamu menemui Allah Yang Maha Pencipta
Bersyukur atas nikmat yang tidak pernah berhenti dilimpahkanNya pada kita
Percayalah Pangeranku,,
Aku akan mempelajari semuanya..
Karena aku yakin,,
Bila aku ingin memiliki pangeran yang sehebat dan seshaleh dirimu
Aku pun harus menjadi orang seperti itu

Karena Allah telah berjanji
Bahwa Perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik
Tunggulah aku Pangeranku
Aku yakin bisa mengimbangimu
Tunggu aku pangeranku
Aku akan membantumu dalam perjuangan ini
Perjuangan seorang mukmin sejati
Karena aku pun memerlukan bantuanmu untuk mendampingiku
Kita akan berjuang bersama pangeranku
Karena di jalan inilah kita dipersatukan
Di Jalan Dakwah yang mulia..

Allah telah berfirman dalam Al-Qur'an, bahwa perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik.. bagaimana kita mau mendapatkan pendamping seperti nabi Muhammad,kalau kita nggak bisa seperti siti khadijah, bagaimana mungkin kita mengharap ali, kalau kita nggak bisa seperti siti fatimah..

Sudah seperti apakah kita? sudah selayak apakah kita untuk mendapatkan seorang Ali, Abu bakar, Usman, Umar, apalagi Nabi Muhammad???

۞"SURAT UNTUK CALON ISTRIKU"۞

Assalamualaikum wr.wb

Untuk Bunda,,calon istriku….

Tangan ini mau menulis sesuatu tentang apa yang ada di lubuk hati ku. Aku mulai tertanya-tanya apakah aku sudah seharusnya mulai mencari sebagian diriku yang hilang. Bukanlah niat ini disertai oleh nafsu tetapi atas keinginan seorang muslim mencari sebagian agamanya. Sering kali aku mendengar bahwa ungkapan “Kau tercipta untukku.”

*******

Aku awalnya kurang mengerti apa sebenarnya arti kalimat itu karena di liputi oleh hawa nafsu. Rahmat dan hidayah Allah yang diberikan kepada diriku,baru saat ini aku mengerti bahwa pada suatu hari NANTI aku harus mengambil satu TANGGUNGJAWAB yang memang diciptakan khusus untuk diriku, yaitu DIRIMU. Aku mulai mempersiapkan diri dari segi fizkal, spiritual dan juga intelektual untuk BERTEMU denganmu.

*******

Aku mau pertemuan kita yang pertama aku kelihatan ‘sempurna’ di hadapanmu meskipun pada hakekatnya masih banyak lagi kelemahan pada diriku ini. Aku mencoba mempelajari arti dan hakikat tanggungjawab yang harus aku wujudkan ketika dipertemukan dengan dirimu. Aku coba membatasi hubungan pembicaraan dengan wanita lain yang hanya dalam lingkaran urusan penting karena aku risau aku menceritakan rahasia diriku kepadanya karena seharusnya engkaulah yang harus mengetahuinya kerana dirimu adalah SEBAGIAN DARIKU dan hak bagimu untuk mengetahui segala lahir dan batin diriku ini.

*******

Apabila aku memakai kopiah, aku disangka ustad. Diriku memakai jubah, disangka syeikh. Lidahku mengajak manusia ke arah makruf disangka dai. Bukan itu yang aku pinta karena aku hanya mengharapkan keridhoan Allah. Yang aku takuti, diriku mulai didekati oleh wanita karena perawakanku dan perwatakanku. Baik yang indah berjilbab atau yang ketat bert-shirt, semuanya singgah disisiku.
Aku risau imanku akan lemah. Diriku tidak dapat menahan dari fitnah ini. Rasulullah S.A.W pernah bersabda, “
“Aku tidak meninggalkan setelahku fitnah yang lebih bahaya untuk seorang lelaki melainkan wanita.”

*******

Jiwa remaja ku ini mulai mencari cinta menjelma dan kehadiran wanita amat terasa untuk berada di sisi. Setiap kali aku merasakannya, aku mengenangkan dirimu. Di sana engkau setia MENUNGGU diriku, tetapi di sini aku curang kepadamu andai aku bermain dengan cinta fatamorgana. Sampaikan doamu kepada diriku agar aku dapat menahan gelora kejantananku disamping aku mengajukan sendiri doa diperlindungi diri.

*******

Bukan harta,rupa dan keturunan yang aku liat dalam mencari dirimu. Cukuplah agama sebagai pengikat kasih antara kita. Saat di mana aku akan MELAMARMU, akan ku lihat wajahmu sekilas agar tercipta keserasian diantara kita kerana itu pesan Nabi kita. Tidak perlu alis mata seakan alis mata unta, wajah bersih seakan putih telur ataupun bibir merah delima tetapi cukup cuma akidah sekuat akar, ibadah sebagai makanan dan akhlak seindah budi.

*******

“Nikahilah wanita karena empat perkara” keturunan, harta, rupa dan agama. Dan jika kau memilih AGAMA engkau tidak akan menyesal.”
Jika aku dipertemukan dengan dirimu, akan ku jaga perasaan kasih ini supaya tidak tercurah sebelum masanya. Akan ku jadikan syara’ sebagai pembatas diri kita. Akan ku jadikan AKAD NIKAH itu sebagai cap HALAL untuk mendapatkan dirimu. Biarlah kita mengikuti nenek moyang kita, Nabi Adam dan Siti Hawa yang bernikah sebelum disatukan agar kita dapat menikmati kenikmatan PERNIKAHAN yang menjanjikan ketenangan jiwa, ketenteraman hati dan kedamaian batin. Doakan diriku ini agar tidak berputus asa dan sesat dalam misi mencari dirimu kerana aku memerlukan dirimu untuk melengkapkan sebahagian agamaku.

*******

Dari Ayah,calon suamimu…
Ya Allah
Jika dia benar untukku
Dekatkanlah hatinya dengan hatiku
Jika dia bukan milikku
Damaikanlah hatiku
Dengan ketentuan-Mu

Dialah permata yang dicari
Selama ini baru kutemui
Tapi ku tak pasti rencana Ilahi
Apakah dia kan kumiliki
Tidak sekali dinodai nafsu
Akan kubatasi dengan syariat-Mu
Jika dirinya bukan untukku
Redha hatiku dengan ketentuan-Mu

Ya Allah
Engkaulah tempat kubergantung harapanku
Kuharap diriku sentiasa di bawah rahmat-Mu


By: Zentro Share

Ƹ̵̡Óœ̵̨̄Æ·♥Surat Untuk Calon Suamiku♥Ƹ̵̡Óœ̵̨̄Æ·


Seorang gadis menulis surat untuk calon husband dan menyimpannya di atas awan. Ini isi suratnya :

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…
Dear calon suamiku…
Apa kabarnya imanmu hari ini? Sudahkah harimu ini diawali dengan syukur karena dapat menatap kembali fananya hidup ini? Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanu atas amanah yang saat ini tengah kau genggam?

Wahai Calon Suamiku…
Tahukah engkau betapa Allah sangat mencintaiku dengan dahsyatnya? Disini aku ditempa untuk menjadi dewasa, agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak. Meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi, namun kini kurasakan diri ini lebih baik.
Kadang aku bertanya-tanya, kenapa Allah selalu mengujiku tepat dihatiku. Bagian terapuh diriku, namun aku tahu jawabannya. Allah tahu dimana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali mengingat-Nya kembali mencintai-Nya. Ujian demi ujian Insya Allah membuatku menjadi lebih tangguh, sehingga saat kelak kita bertemu, kau bangga telah memiliki aku dihatimu, menemani harimu.

Calon suamiku…
Entah dimana dirimu sekarang. Tapi aku yakin Allah pun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku. Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mujahid yang tangguh, hingga akupun bangga memilikimu kelak.
Apa yang kuharapkan darimu adalah kesalihan. Semoga sama halnya dengan dirimu. Karena apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, hanya kesia-siaan yang dapati.
Aku masih haus akan ilmu. Namun berbekal ilmu yang ada saat ini, aku berharap dapat menjadi isteri yang mendapat keridhaan Allah dan dirimu, suamiku.

Wahai calon suamiku…
Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan bundaku, tak lain doaku agar menjadi anak yang solehah, agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat. Namun nanti, setelah menjadi isterimu, aku berharap menjadi pendamping yang solehah agar kelak disyurga cukup aku yang menjadi bidadarimu, mendampingi dirimu yang soleh.
Aku ini pencemburu berat. Tapi kalau Allah dan Rasulullah lebih kau cintai daripada aku, aku rela. Aku harap begitu pula dirimu.
Pernah suatu ketika aku membaca sebuah kisah; “Aku minta pada Allah setangkai bunga segar, Dia memberiku kaktus berduri. Aku minta kepada Allah hewan mungil nan cantik, Dia beri aku ulat berbulu. Aku sempat kecewa dan protes. Betapa tidak adilnya ini.
Namun kemudian kaktus itu berbunga, sangat indah sekali. Dan ulatpun tumbuh dan beruba menjadi kupu-kupu yang teramat cantik. Itulah jalan Allah, indah pada waktunya. Allah tidak memberi apa yang kita inginkan, tapi Allah memberi apa yang kita butuhkan.”
Aku yakin kaulah yang kubutuhkan, meski bukan seperti yang aku harapkan.

Calon suamiku yang di rahmati Allah…
Apabila hanya sebuah gubuk menjadi perahu pernikahan kita, takkan kunamai dengan gubuk derita. Karena itulah markas dakwah kita, dan akan menjadi indah ketika kita hiasi dengan cinta dan kasih.
Ketika kelak telah lahir generasi penerus dakwah islam dari pernikahan kita, Bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal, dengan ilmu yang bermanfaat, terutama dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada Allah SWT.
Bunga akan indah pada waktunya. Yaitu ketika bermekaran menghiasi taman. Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya, bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku.
Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik, tapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu kelak.

Calon suamiku…
Inilah sekilas harapan yang kuukirkan dalam rangkaian kata. Seperti kata orang, tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata. Itulah yang kini kuhadapi. Kelak saat kita tengah bersama, maka disitulah kau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

hidup ini indah bila engkau selalu hadir di sisiku setiap waktu, hingga aku hembuskan nafas yg terakhir

Surat Cinta buat kekasih for everyone

Surabaya, 10 Februari 2010
dini hari menjelang Shubuh


Sayangku, sang bulan penggila hatiku, bidadari pembuat kelenger perasaanku, dewi malam perindu dengus napasku...kutulis surat ini sebagai wujud maafku, dari hati paling hati-hati... dari perasaan paling terjajah.

Maafken kangmasmu ini.. yang ndak bisa lagi memanjakanmu..menyenangken hatimu.. membuncahkan bahagia di siang bolong hari-harimu, dan malam kelam menjelang tidurmu...

Sayangku.. kangmasmu ini sekarang jarang lagi bisa ngajak kamu keliling kota, seperti empat bulan lalu. Ndak bisa lagi mentraktir ayam goreng kesukaanmu. Terus, mengajakmu nyungsep di rerimbunan Taman di Kebon Binatang Ragunan.. apalagi sampai ngajak piknik ke Bali seperti janji gombalku setaun lalu saat kita jadian..

Lha bagaimana sayang... BBM naek seenak perut pemerintah.( emang pemerintah berperut ta..?? kalau ya.. pasti buncitnya ngauzubillah yaaa..)... Ya begini ini kalau kita di perintah ama segerombolan pedagang ... maunya cari untung melulu.... dan gak peka nuraninya...tumpul rasa kemanusiaannya..

makanya besok jangan pilih partai itu lagi ya.!!. pliss..janji yaa !!!

Mendingan golput ajah, kayak kakang.. ..

Jangan mau denger rayuan gombal-gambel amoh gaya semua capres.. yang ternyata Cuma untuk diingkari.. Serius yangg.. jangan lagi mau dikadalin dua kali.. tiga kali.. atau malah empat kali.. emang kita nih bodoh2 banget ya.. sebodoh manusia bodoh dalam lagunya ADA Ben.. lagu klangenanmu itu..

Sayangku...Maapken juga kangmasmu ini, yang ndak lagi ngajak kamu makan ayam goreng di warung KFC palsu kesukaanmu itu.. kakang takut kamu ntar ketularan virus flu burung. Kan sayang banget.. tubuh semlohaimu itu jadi ceking karena di rong-rong virus.. Kangmas juga ndak mau ngajak kamu ke KFC asli, selain mahal, kangmas juga ndak sudi membuat kaya negara adidaya... mendingan makan makanan tradisional.. buatan bangsa sendiri.. gini-gini kakangmu ini nasionalis lho!!cie..

Sayangku.. pendingin hati panasku.. kakang lagi-lagi mau minta maap.. karena rencana piknik kita di kebon binatang lagi-lagi gagal.. kali ini bukan karena bokek, tetapi karena burung kakaktua kesayanganmu terkena virus... padahal aku juga tau.. kamu sudah rindu memelototin burungkakaktua.. sambil uyel-uyelan di rimbun perdu.. sama diriku..hik..hik.. walau tubuh disemutin.. tapi tetep saja kamu betah..merasakan tangan ini liar menjamah... duh.. duh.. tobattt.
Sayang.. lagi-lagi..sekali lagi.. kakangmu minta maap..karena janji manis saat kita jadian dulu kangmas ingkari.. Dulu daku berjanji mengajakmu melancong ke pulau Bali.. menikmati legian dengan kafe-kafenya.. meski Cuma liat-liat doang.. menyusuri pantai kuta ngintip bule ndak pake beha...

Bali udah ndak aman sayang.. bom lagi-lagi meleduk.. kakang ga bisa membayangkan.. wajah tirusmu berantakan tersambar ledakan high ekplosif..mak jegurrr... duh.... lagian.. kangmasmu ini juga ndak bakalan tentram jalan-jalan.. dengan nama Abdul Rojak, pasti.. dari bandara aja kangmasmu udah di curigai.. itu kalo naek pesawat terbang.. kalau naek kapal laut.. di pelabuhan aja, intel pasti sudah pasang muka sangar.. gara-gara nama kangmas yang kearab-araban agak gosong dikit , dan mirip dengan para pelaku pengeboman itu.. bisa-bisa kangmasmu malah di gelandang ke kantor polisi,weleh..weleh..

Sayangku.. bidadari kecil pemuas dahaga cintaku.. sang dewi malam penggila napsu paling gilaku.. segini dulu surat cintaku.. ntar disambung lagi.. kangmasmu harus kembali mengukir nasib.. bergelut dengan keringat kuyup.. mengumpulkan rupiah demi rupiah penyambung hidup.. karena kondisi kangmasmu yang serba nanggung ini.. ga bisa dapet dana kompensasi BBM.. ataupun raskin.... dibilang kaya ya ndakkk.. di bilang kere ya ndak jugaa....tetapi tetep kena imbas.. harga –harga yang naiknya mencekik urat leher ini... smoga kamu mau ngerti perasaan dan kondisiku.. dan ndak ngambek lagi...serta mau memaafkan salahku..

Oke yaa.. cup-cup.

Daaa..da....

Wassalam penuh lop..lop...dan loppp...


*Nb. Jangan lupa makan.. ingat tubuhmu yang ringkih meski bongsor itu..ga boleh telat makan.. bisa kumat maagnya..

SEBAB MEKARMU HANYA SEKALI – SURAT CINTA UNTUK PUTRI TERCINTA

images_010Ketika angin zaman menerpamu
Di atas cadas ataupun lumpur cemar
Teruslah mewangi wahai kuntumku
Tetaplah indah di padang liar
Hingga kaulah yang akan dipetik
Sebab mekarmu hanya sekali!

Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji hanyalah milik Allah Subhaanahu wa ta’ala, Raja semesta alam. Semoga Dia senantiasa memberikan kekuatan dan kesabaran kepada kita dalam setiap pijakan langkah di muka bumiNya. Selanjutnya, semoga salam dan sejahtera selalu tercurah kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, seorang Nabi paling akhir, manusia termulia serta kekasihNya yang kehadirannya telah dihadiahkan bagi dunia yang gelap gulita sebagai satu-satunya teladan paripurna untuk segenap makhluk yang hidup sesudahnya. Semoga keselamatan juga tetap terlimpah kepada keluarganya, para sahabat beliau yang mulia, alim ulama serta seluruh umat yang tak pernah henti dicintainya.

Putriku terkasih,…!!

Memandang lelapmu dalam dekapan sang ibu selama ini, selalu membuatku yakin bahwa segalanya akan berjalan baik-baik saja. Menikmati lembut nafasmu di atas buaian, selalu membuat nyaman perasaanku di saat itu. Lalu masa-masa yang indah itu dengan cepat telah berlalu. Dan usia terus saja mengambil jatahnya. Hingga ketika hari telah berganti minggu, dan bulan pun menapak tahun, tiba-tiba baru kusadari bahwa tak lama lagi kau akan lepas dari sisiku. Karena sudah tiba waktunya kau harus pergi. Menjemput kehidupan milikmu sendiri. Ya, sudah saatnya kau harus kulepaskan menuju kehidupan baru di luar sana.

Dunia luar! Adalah sebuah tempat yang sama sekali tak ramah, putriku. Sebuah ruang di mana kau harus mampu untuk tetap bertahan di tengah-tengah segala ancaman yang bakal terus menghadangmu. Dengan bumi yang semakin tua serta dipenuhi oleh beragam fasilitas yang seharusnya bisa lebih memudahkan kehidupan. Tapi ternyata semua itu justru membuat realitas kehidupan makin bertambah kacau dan carut marut. Hari-hari terakhir ini, segala bentuk kekerasan dan tindak jahiliyah sudah menampakkan diri secara terang-terangan. Pergaulan bebas dengan bermacam latar belakang dan sebabnya telah makin menjauhkan manusia dari kehidupan yang ideal. Percampuran antara pria dan wanita yang melanda setiap jengkal bumi telah menjadi pemandangan biasa dan wajar. Dan tanpa disadari oleh siapa pun, ‘kewajaran’ itu mulai menampakkan gejala-gejala yang membahayakan. Ya, berbagai macam dampak negatif atas budaya ikhtilath (campur baur antara laki-laki dan perempuan) mulai muncul. Dan lagi-lagi, kaum wanita seperti dirimu adalah yang pertama kali merasakan akibatnya, langsung maupun tidak. Lalu liputan dari berbagai media yang cuma berisikan berita-berita memiriskan jiwa. Semuanya berlomba-lomba untuk menampilkan sisi bengis dan buram wajah kehidupan. Kejahatan dan kemaksiatan di lingkungan sekitar kita hanyalah masalah waktu. Tak ada lagi sebuah tempat pun yang benar-benar aman. Begitulah! Ketika hari ini aku kembali lagi menatap dunia yang liar itu melalui jendela rumah kita. Tiba-tiba telah digerakkanNya tanganku untuk menuliskan beberapa patah kata yang ingin kutitipkan untukmu.

Maka hanya kepadamulah wahai puteri tercinta, kutuliskan surat ini. Bersama baluran doa restu serta curahan rasa cintaku yang tak pernah kering, akan kupintakan pada Allah Subhaanahu wa ta’ala –Sang Pemilik setiap jiwa-, agar selalu melindungimu di dalam naungan keselamatan serta ridha-Nya. Ketahuilah, bahwa aku sangat menyayangimu dan tak ingin kau kalah oleh liciknya jebakan dunia.

Akhirnya, selamat memasuki masamasa remaja, putriku! Jagalah selalu hati dan dirimu di setiap tempat dan waktu.

Semoga Allah Subhaanahu wa ta’ala membimbing kita semua.

oleh : Haikal Hira Habibillah

SURAT DARI IBLIS

Aku melihatmu kemarin, saat engkau memulai aktifitas harianmu.
Kau bangun tanpa sujud mengerjakan subuhmu Bahkan kemudian, kau juga tidak mengucapkan “Bismillah” sebelum memulai santapanmu, juga tidak sempat mengerjakan shalat Isha sebelum
berangkat ketempat tidurmu Kau benar2 orang yang bersyukur, Aku menyukainya Aku tak dapat mengungkapkan betapa senangnya aku melihatmu tidak merubah cara hidupmu.
Hai Bodoh, Kamu millikku.
Ingat, kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama, dan aku masih belum bisa benar2 mencintaimu .
Malah aku masih membencimu, karena aku benci Allah.
Aku hanya menggunakanmu untuk membalas dendamku kepada Allah.
Dia sudah mencampakkan aku dari surga, dan aku akan tetap memanfaatkanmu sepanjang masa untuk mebalaskannya

Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU dan dia masih memiliki rencana-rencana untukmu dihari depan. Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku,dan aku akan membuat kehidupanmu seperti neraka.
Sehingga kita bisa bersama dua kali dan ini akan menyakiti hati ALLAH

Aku benar-benar berterimakasih padamu, karena aku sudah menunjukkan kepada NYA siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa2 yang kita jalani

Kita nonton film porno bersama, memaki orang, mencuri, berbohong, munafik, makan sekenyang-kenyangya, guyon2an jorok, bergosip, manghakimi orang, menghujam orang dari belakang, tidak hormat pada orang tua , Tidak menghargai Masjid, berperilaku buruk. TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja.
Ayolah, Hai Bodoh, kita terbakar bersama, selamanya.
Aku masih memiliki rencana2 hangat untuk kita.
Ini hanya merupakan surat penghargaanku untuk mu.
Aku ingin mengucapkan ‘TERIMAKASIH’ karena sudah mengizinkanku memanfaatkan hampir semua masa hidupmu.
Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku menertawakanmu.
Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkan tawa.
Dosa sudah mulai mewarnai hidupmu.
Kamu sudah 20 tahun lebih tua, dan sekarang aku perlu darah muda.
Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-orang muda bagaimana berbuat dosa.
Yang perlu kau lakukan adalah merokok, mabuk-mabukan, berbohong, berjudi, bergosip, dan hiduplah se-egois mungkin.
Lakukan semua ini didepan anak-anak dan mereka akan menirunya.

Begitulah anak-anak .
Baiklah, aku persilahkan kau bergerak sekarang.
Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggoda mu lagi.

Jika kau cukup cerdas, kau akan lari sembunyi, dan bertaubat atas dosa-dosamu.
Dan hidup untuk Allah dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit.

Memperingati orang bukan tabiatku, tapi diusiamu sekarang dan tetap melakukan dosa, sepertinya memang agak aneh. Jangan salah sangka, aku masih tetap membencimu. Hanya saja kau harus menjadi orang tolol yang lebih baik dimata ALLAH.

Catatan : Setelah mendapat surat dari Iblis akupun membalasnya

..terima kasih iblis yang jahat, semakin kau menggoda ku..menakuti aku..mengganggu ku..mempermainkan aku…aku semakin sadar bahwa Tuhan ku mencintai ku dan aku makin mencintai Dia..

Surat Ayah untuk Anakku Sayang


Anakku sayang :

Surat Ayah untuk Anakku Sayang

Sepucuk surat Ayah tuliskan atas nama rindu yang besarnya hanya Allah yang tahu

Anakku, menjadi Ayah itu indah dan mulia
Besar kecemasanku menanti kelahiranmu dulu belum hilang hingga saat ini.
Kecemasan yang indah karena ia didasari sebuah cinta.
Sebuah cinta yang telah terasakan, bahkan ketika yang dicintainya belum sekalipun ditemui.

Anakku, menjadi Ayah itu mulia.
Bacalah sejarah nAyah-nAyah dan rasul, dan temukanlah betapa nasehat yang terbaik itu tercatat dari dialog seorang Ayah dengan anak-anaknya.


Meskipun demikian ketahuilah nak...,
Menjadi Ayah itu berat dan sulit, tapi kuakui betapa sepanjang masa kehadiranmu disisiku, aku seperti menemui keberadaanku, makna keberadaanmu, dan makna tugas kebapakanku terhadapmu.

Sepanjang masa keberadaanmu adalah masa terindah dan paling aku banggakan didepan siapapun. Bahkan dihadapan Allah SWT, ketika aku duduk berduaan berhadapaan dengan-Nya hingga saat usia senja ini.

Nak, saat pertama kali engkau hadir, kucium dan kupeluk engkau sebagai buah cintaku dan Ibumu.
Sebagai bukti bahwa aku dan ibumu tidak tak lagi terpisahkan oleh apapun jua.
Tetapi,......... seiring waktu.
Ketika engkau suatu kali telah mampu berkata : “TIDAK”, timbul kesadaranku siapa engkau sesungguhnya.
Engkau bukan milikku, atau milik bunda... nak
Engkau lahir bukan karena cintaku dan cinta bundamu
Engkau adalah milik Allah, tidak ada hak ku untuk menuntut pengabdian darimu
Karena pengabdianmu semata-mata seharusnya hanya kepada Allah

Nak, sedih, pedih dan terhempaskan rasanya menyadari siapa sebenarnya aku dan siapa sebenarnya engkau.
Dan dalam waktu panjang dimalam-malam sepi, kusesali kesalahanku ini sepenuh-penuh air mata dihadapan Allah. Syukurlah, penyesalan itu mencerahkanku.

Sejak saat itu nak, satu-satunya usahaku adalah mendekatkanmu kepada pemilikmu yang sebenarnya.
Membuatmu senantiasa berusaha memenuhi keinginan pemilikmu.
Melakukan segala sesuatu karena-Nya, bukan karena kau dan ibumu.
Tugasku bukan membuatmu dikagumi orang lain, tetapi agar engkau dikagumi dan dicintai oleh Allah.SWT.

Inilah usaha terberatku nak, karena artinya aku harus lebih dulu memberi contoh kepadamu dekat dengan Allah.
Keinginanku harus lebih dulu sesuai dengan keinginan Allah, agar perjalananmu mendekatinya tidak terlalu sulit.

Kemudian, kitapun melalui perjalanan ini berdua, tak pernah engkau kuhindarkan dari kerikil tajam atau lumpur hitam.
Aku hanya menggenggam jemarimu dan merapatkan jiwa kita satu sama lain, agar dapat kau rasakan perjalanan rohani yang sebenarnya.

Saat engkau mengeluh letih berjalan, kukuatkan engkau karena kita tak boleh berhenti.
Perjalanan mengenal Allah tak kenal lelah dan berhenti.

Nak, berhenti berarti mati, inilah kata-kataku setiap kali memeluk dan menghapus air matamu, ketika engkau hampir putus asa.

Akhirnya nak,..
Kalau nanti kita semua manusia dikumpulkan dihadapan Allah, dan kudapati jarakku amat jauh dari-Nya. Aku akan ikhlas, karena seperti itulah aku didunia.
Tetapi, kalau aku boleh berharap aku ingin saat itu aku melihatmu dekat dengan Allah.
Aku akan bangga nak, karena itulah bukti bahwa semua titipan bisa kita kembalikan kepada pemiliknya....

Dari Ayah yang senantiasa merindukanmu....

SURAT IBU KEPADA ANAK DURHAKA

Wahai Anakku!
Inilah surat dari ibumu yang lemah, yang ditulis dengan penuh rasa malu setelah lama mengalami keraguan dan kebimbangan. Ibu pegang penanya berkali-kali lantas terhenti, dan ibu letakkan lagi pena itu karena air mata berlinang berkali-kali yang disusul dengan rintihan hati.

Wahai Anakku!
Sesudah perjalanan waktu yang panjang, ibu rasa engkau sudah dewasa dan memiliki akal sempurna maupun jiwa yang matang. Sedangkan ibu punya hak atas dirimu, maka bacalah sepucuk surat ini; dan jika tidak berkenan robek-robeklah sebagaimana engkau telah merobek-robek hati ibu.

Wahai Anakku!
Dua puluh lima tahun yang lalu adalah hari yang begitu membahagiakan hidup ibu. Ketika dokter memberitahu ibu, ibu sedang mengandung. Semua ibu tentu mengetahui makna ungkapan itu, yakni terhimpunnya kebahagiaan dan kegembiraan, serta awal perjuangan seiring dengan adanya berbagai perubahan fisik maupun psikis. Sesudah berita gembira itu ibu peroleh, dengan senang hati, ibu mengandungmu selama sembilan bulan.

Ibu berdiri, tidur, makan dan bernafas dengan susah payah. Namun itu semua tidak menyebabkan surutnya cinta ibu padamu dan kebahagiaan ibu menyambut kehadiranmu. Bahkan rasa cinta dan kerinduan ibu padamu tumbuh subur dan berkembang hari demi hari. Ibu mengandungmu dalam kondisi yang lemah dan bertambah lemah, payah dan bertambah payah. Ibu sangat bahagia meski bobotmu semakin berat, padahal kehamilan itu sangat berat bagi ibu.

Itulah perjuangan yang akan disusul dengan cahaya fajar kebahagiaan setelah berlalunya malam panjang, yang membuat ibu tidak bisa tidur dan kelopak mata ibu tak bisa terpejam. Ibu merasakan derita yang sangat, rasa takut dan cemas yang tak bisa dilukiskan dengan pena dan tak sanggup diungkapkan dengan retorika lisan. Ibu telah berkali-kali melihat kematian dengan mata kepala ibu sendiri, sehingga akhirnya engkau lahir ke dunia ini. Air mata tangismu yang bercampur dengan air mata kegembiraan ibu telah menghapus seluruh derita dan luka yang ibu rasakan.

Wahai Anakku!
Telah berlalu tahun demi tahun dari usiamu, dan dirimu selalu ibu bawa dalam hati ibu. Ibu memandikanmu dengan kedua tangan ibu. Pangkuan ibu sebagai bantalmu. Dada ibu sebagai makananmu. Ibu berjaga semalaman agar engkau bisa tidur. Ibu susuri siang hari dengan keletihan demi kebahagiaanmu. Dambaan ibu tiap hari adalah melihatmu tersenyum. Dan idaman ibu setiap saat adalah engkau meminta sesuatu yang ibu sanggup lakukan untukmu. Itulah puncak kebahagiaan ibu.

Itulah hari-hari dan malam yang ibu lalui sebagai pelayan yang tak pernah menyia-nyiakanmu sedikit pun. Sebagai wanita yang menyusuimu tiada henti, dan sebagai pekerja yang tak pernah putus hingga engkau tumbuh dan menjadi seorang remaja. Dan mulailah nampak tanda-tanda kedewasaanmu. Ketika itu pula, ibu kesana kemari mencarikan calon istri yang kau inginkan. Lalu tibalah saat pernikahanmu. Denyut jantung ibu terasa berhenti dan air mata ibu deras bercucuran karena gembira melihat hidup barumu dan karena sedih berpisah denganmu.

Saat-saat yang begitu berat telah lewat. Namun engkau seolah bukan lagi anak ibu, seperti yang ibu kenal selama ini. Sungguh engkau telah mengabaikan diri ibu dan tidak mempedulikan hak-hak ibu. Hari-hari berlalu dan ibu tidak lagi melihatmu dan tidak pula mendengar suaramu. Engkau masa bodoh kepada ibu yang selama ini menjadi pelayan yang mengurusimu.

Wahai Anakku!
Ibu tidak meminta apa pun selain posisikanlah diri ibu ini seperti kawan-kawanmu yang terdekat denganmu. Jadikanlah ibu sebagai salah satu terminal hidupmu sehari-hari, sehingga ibu dapat melihatmu meskipun sekejap.

Wahai Anakku!
Punggung ibu telah bongkok. Anggota tubuh ibu telah gemetaran. Beragam penyakit telah membuat ibu semakin ringkih. Rasa sakit senantiasa mendera ibu. Ibu sudah susah untuk berdiri maupun duduk, namun hati ibu masih sayang padamu.

Andaikan ada seseorang yang memuliakanmu sehari, tentu engkau akan memuji kebaikannya dan keelokan budinya. Padahal, ibumu ini telah benar-benar berbuat baik kepadamu, namun engkau tak melihatnya dan tak mau membalas kebaikannya. Ibumu telah menjadi pelayanmu dan telah mengurusmu bertahun-tahun. Lantas manakah balas budi dan hak ibu yang harus engkau tunaikan? Sekeras itukah hatimu? Apakah hari-hari sibukmu telah menyita seluruh waktumu?

Wahai Anakku!
Ibu merasakan kebahagiaan dan kegembiraan bertambah saat melihatmu hidup bahagia, karena engkau adalah buah hati ibu. Apa salah ibu sehingga engkau memusuhi ibu, tak suka melihat ibu, dan engkau merasa berat untuk mengunjungi ibu? Apakah ibu pernah berbuat salah padamu atau pelayanan ibu kurang memuaskanmu?

Jadikanlah ibu seperti pelayan-pelayanmu yang engkau beri upah. Curahkanlah setitik kasih sayangmu. Renungkanlah jasa ibu dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah amat menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Wahai Anakku!
Ibu sangat berharap bisa bersua denganmu. Ibu tak ingin apapun selain itu. Biarkanlah ibu melihat muramnya wajahmu dan episode-episode kemarahanmu.

Wahai Anakku!
Sisakan peluang di hatimu untuk berlembut-lembut dengan seorang wanita renta, yang diliputi kerinduan dan dirundung kesedihan ini. Yang menjadikan kedukaan sebagai makanannya dan kesedihan sebagai selimutnya. Engkau cucurkan air matanya. Engkau membuat sedih hatinya dan engkau memutuskan hubungan dengannya.

Ibu tidak mengeluhkan kepedihan dan kesedihan ibu kehadirat-Nya, karena jika ibu adukan perkara ini ke atas awan dan ke pintu gerbang langit sana, ibu khawatir hukuman akan menimpamu, dan musibah akan terjadi dalam rumah tanggamu, lantaran kedurhakaanmu. Karena ibu teringat peringatan junjungan kita Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam:

SURAT DARI SEORANG IBU

Kepada Ananda yang Ibu cintai sepenuh hati Buah hatiku ?. Assalamualaikum warohmatullaahi wabarokatuh Bagaimana kabarmu sayang? Ibu harap ananda selalu dalam lindungan Allah. Ibu terpaksa menulis ini? karena ibu tidak tahu sampai kapan umur ibu untuk bisa melihat ananda lagi. Ibu takut jika ibu tidak sempat menyampaikan ini kepada Ananda. Sayang?.ingin rasanya Ibu ikut mengikuti kemana kamu pergi dan mencari ilmu. Wajah ananda selalu muncul di mimpi Ibu. Tapi niat Ibu itu selalu Ibu kubur dalam-dalam. Hanya satu alasan Ibu sayang?. Ibu ingin anak Ibu bisa mandiri ?..Ibu ingin anak Ibu bisa merenungi kesendirian tanpa kehadiran Ibu disamping ananda. Anakku yang Ibu sayangi??.Ibu bangga dengan Ananda. Ananda telah berusaha menjadi anak yang sholeh seperti yang bunda harapkan. Sungguh senaaaa?ng sekali hati Ibu ini. Sebagaimana yang Ibu harapkan ketika Ibu berjuang dengan susah payah melahirkan ananda… Ketika wajah lucu ananda yang mungil baru muncul di dunia ini, hanya satu do?a Ibu saat itu? ?Duhai Allah? Engkaulah yang menggenggam takdir anakku ini. Aku mohon ya Allah jadikan anak yang ada dihadapanku sebagai anak yang sholeh?. Jadikanlah ia anak yang bisa membahagiakanku kelak dihadapan-Mu ya Allah?. Jadikanlah ia anak yang dapat membuatku bangga kelak di hadapan-Mu ya Allah. Pertemukan kami kelak di surgaMu ya Allah . Jangan Engkau pisahkan kami ya Allah. Jangan Kau biarkan aku memasuki surga-Mu tanpa anak ini disampingku?. Sampai sekarang Ibu selalu ulang doa Ibu itu. Ibu sangat berharap doa Ibu itu menjadi kenyataan. Dan sekarang Ibu mulai yakin bahwa anak Ibu adalah anak yang shaleh. Sungguh bahagiaaaa ..sekali hati Ibu ini. Anak-ku yang sholeh?..Ibu tidak tahu berapa lama lagi Ibu diberi kepanjangan umur oleh Allah . Ibu merasa sudah tua. Ibu merasa malaikat maut tidak lama lagi akan datang menjemput Ibu. Mungkin surat ini surat terakhir Ibu untuk ananda. Mungkin ketika ananda pulang, Ibu sudah tidak ada lagi di rumah. Maafkan Ibu ya sayang?.kalau selama ini Ibu banyak salah sama ananda. Maafkan Ibu kalau Ibu sering marah dengan ananda. Nyuruh ananda mengaji, belajar, puasa, sholat yang mungkin ananda merasa nggak suka. Jangan dendam pada Ibu ya sayang. Bantu Ibu dengan do?a-do?amu ya sayang. Hanya do?a ikhlas yang Ibu harapkan dari ananda. Hanya do?a ananda, amal jariyah dan kerja dakwah Ibu selama ini yang dapat meringankan beban Ibu di hadapan Allah kelak. Ananda tersayang?.Ibu titip? rawat Ayah dengan baik ya sayang. Sayangi beliau sebagaimana ananda menyayangi Ibu selama ini. Ayah sudah bekerja keras supaya ananda bisa sekolah seperti teman-teman yang lain. Buat lah Ayah bahagia dengan keshalehan dan budi pekerti yang baik. Jangan sakiti hatinya sedikitpun ya sayang? Salam rindu dan sayang selalu? Wassalamu ?alaikum warahmatulLaahi wabarakaatuh Dari Ibumu

Artikel Lain :