MANFAAT DARi BERSYUKUR…


Manfaat bersyukur dpt memberi kegembiraan dLam jiwa
Membuka cakrawaLa hati menjadi haLus
Membuka pintu kesuksesan jiwa
Menjadi motor menggerak kebahagiaan


~Kegembiraan & Produktifitas~

Bersyukur dLam hidup ini meLahirkan sikap optimis
Hanya akan muncuL, biLa kita senantiasa bersyukur
Karena sikap optimis tertanam keyakinan :…
Datang~nya kesebuhan krn sakit
Datang~nya keberhasiLan krn gagaL
Datang~nya menang ketika kaLah
Datang~nya kebahagiaan ketika bersedih

Membuka pintu harapan menenangkan hati terhadap rasa takut
Menghimpun segaLa kekuatan dan membangkitkan semangat
Mohon pertoLongan, bertawakaL kepada ALLAH…!!

Setiap orang yg berIman yakin akan janji ALLAH
Bahwa krn sesungguhnya sesudah kesuLitan ada kemudahan
Kemampuan mensyukuri nikmat ALLAH…??!!

Berarti kita meyakini tdk yg di sebut dg keberhasiLan terLambat datang
Tidak ada kebahagiaan yg bisa tertunda, sehingga tdk usah tergesa~gesa
Atau geLisah menghadapi masa suLit krn sgaLa urusan didLm hidup kita
Ada di gemggaman Allah yg menciptakan dan Mengatur
SgaLa kehidupan di aLam semesta ini…!!

ALLAH tdk mentakdirkan sesuatu meLainkan ada hikmah yg di kehendaki~nya
Karena Allah maha bijak & maha mengetahui
Maka tidak tdk ada yg sia~sia di dLam hidup ini…??!


Banyak kebaikan yg meLimpah Ruah yg tersembunyi di baLik peristiwa
Yang menyedihkan yg tidak kita sukai
Tanpa kita sadari di baLik peristiwa yg menurut kita pahit
Ternyata Manis di kemudian hari…!!

Menurut kita menyedihkan Namun membahagiakan diLain waktu
Sebagaimana Firman Allah berbunyi…
BoLeh jd kamu membenci sesuatu padahaL iA sangat baik bagi~Mu
Dan boLeh jd kamu menyukai sesuatu padahaL iA buruk bagi~Mu

ALLAH maha mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui~Nya…!!
[Qs. AL~Baqarah ; 216]

‪#‎Yuch‬ Qta B.E.R.S.Y.U.K.U.R………!!??

RAHASIA DIBALIK HARI JUM'AT


Assalamu'alaikum Warahmah Wabarokah...

�� Hari Terbaik
Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabada:"Hari terbaik dimana pada hari itu matahari terbit adalah hari Jum'at. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan surga serta dikeluarkan darinya. Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum'at

�� Terdapat Waktu Mustajab untuk Berdo'a.
Abu Hurairah r.a berkata Rasulullah bersabda: " Sesungguhnya pada hari Jum'at terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya". Rasululllah mengisyaratkan dengan tangannya menggambarkan sedikitnya waktu itu (Muttafaqun Alaih)

�� Ibnu Qayyim Al Jauziah - setelah menjabarkan perbedaan pendapat tentang kapan waktu itu - mengatakan: "Diantara sekian banyak pendapat ada dua yang paling kuat, sebagaimana ditunjukkan dalam banyak hadits yang sahih, pertama saat duduknya khatib sampai selesainya shalat. Kedua, sesudah Ashar, dan ini adalah pendapat yang terkuat dari dua pendapat tadi (Zadul Ma'ad Jilid I/389-390).

�� Sedekah pada hari itu lebih utama dibanding sedekah pada hari-hari lainnya.
Ibnu Qayyim berkata: "Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya". Hadits dari Ka'ab r.a menjelaskan: "Dan sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya".(Mauquf Shahih)

�� Hari tatkala Allah menampakkan diri kepada hamba-Nya yang beriman di Surga.
Sahabat Anas bin Malik r.a dalam mengomentari ayat: "Dan Kami memiliki pertambahannya" (QS.50:35) mengatakan: "Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jum'at".

�� Hari besar yang berulang setiap pekan.
Ibnu Abbas r.a berkata : Rasulullah SAW bersabda:
"Hari ini adalah hari besar yang Allah tetapkan bagi ummat Islam, maka siapa yang hendak menghadiri shalat Jum'at hendaklah mandi terlebih dahulu." (HR. Ibnu Majah)

�� Hari dihapuskannya dosa-dosa
Salman Al Farisi r.a berkata : Rasulullah bersabda: "Siapa yang mandi pada hari Jum'at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi diantara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum'at". (HR. Bukhari).

�� Orang yang berjalan untuk shalat Jum'at akan mendapat pahala untuk tiap langkahnya, setara dengan pahala ibadah satu tahun shalat dan puasa.

Aus bin Aus berkata: Rasulullah bersabda: "Siapa yang mandi pada hari Jum'at, kemudian bersegera berangkat menuju masjid, dan menempati shaf terdepan kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan shalat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah". (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah).

�� Wafat pada malam hari Jum'at atau siangnya adalah tanda husnul khatimah, yaitu dibebaskan dari fitnah (azab) kubur.

�� Diriwayatkan oleh Ibnu Amru , bahwa Rasulullah bersabda:"Setiap muslim yang mati pada siang hari Jum'at atau malamnya, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari fitnah kubur". (HR. Ahmad dan Tirmizi, dinilai shahih oleh Al-Bani).

�� Hari paling utama di dunia
Ada beberapa peristiwa yang terjadi pada hari jum’at ini, antara lain:

�� Allah menciptakan Nabi Adam ‘alaihissallam dan mewafatkannya.Hari Nabi Adam ‘alaihissallam dimasukkan ke dalam surga.Hari Nabi Adam ‘alaihissallam diturunkan dari surga menuju bumi.Hari akan terjadinya kiamat.Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
“Hari paling baik dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari jumat, pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga, serta diturunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi, pada hari tersebut terdapat suatu waktu dimana tidaklah seorang mukmin shalat menghadap Allah mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintannya.” (HR. Muslim)

�� Semoga bermanfaat ya shabat beriman,syukron...

Isteri yang Meminta ‘Cerai’, Munafik?

Semakin hari semakin tinggi tingkat perceraian di Indonesia. Jumlah angka perceraian yang terdata di Pengadilan Agama, bagai angka deret ukur. Semakin modern kehidupan dalam konotasi sekuler angka perceraian dalam keluarga, terus bertambah dengan drastis. Sekarang, justru menjadi sebuah kecenderungan baru, di mana isteri meminta cerai dari suaminya alias khulu’.
Misalnya, ada seorang isteri yang tiba-tiba meminta cerai suaminya, sesudah menikah selama lima belas tahun, dan dikaruniai empat orang anak. Bahkan ada seorang wanita yang meminta cerai kepada suaminya, padahal keduanya sudah menikah hampir dua puluh tahun lebih, dan dikaruniai enam orang anak. Tanpa sebab yang jelas.

Ada karena meminta khulu’ itu justeru saat suaminya, terkena PHK, yang sebelumnya menjadi seorang manajer, dan gajinya puluhan juta rupiah. “Entahlah aku tiba-tiba kehilangan feeling terhadap suamiku. Jika aku berhubungan badan dengan suamiku menjadi sangat takut, seperti mau diperkosa”, ucap wanita itu. Tetapi, ada pula suaminya tetap memiliki penghasilan, dan menjadi pimpinan sebuah perusahaan, tetapi hanya berkurangnya intensitas komunikasi, kemudian isterinya meminta khulu’.

Betapa banyak sekarang ini wanita-wanita yang tiba-tiba kehilangan ‘feeling’ terhadap suaminya, dan merasa tidak ‘in’ lagi, dingin, dan serta-merta meminta cerai, tanpa mempertimbangkan anak-anak mereka. Padahal, sebelumnya mereka merupakan pasangan yang kelihatan serasi dan harmonis. Justru bertindak diluar dugaan, isterinya yang mula-mula hormat, mencintai, dan tulus, tiba-tiba meminta khulu’ terhadap suaminya.

Kehidupan keluarga dan rumah tangga, dikalangan masyarakat modern, terutama di perkotaan, cenderungan mengalami anomali dari sisi hubungan suami-isteri. Intensitas hubungan yang kurang, dan kadang-kadang hanya melalui dunia maya, atau handphone menyebabkan mereka menjadi sangat rentan dan melakukan tindakan yang sifatnya emonsional, dan tanpa mempertimbangkan akibat-akibatn ya. Terutama bagi masa depan anak-anak mereka. Mereka dengan sangat mudah minta khulu’ kepada suaminya.
Adanya ketidak kepercayaan ‘distrust’ dikalangan wanita terhadap suaminya terus-menerus meningkat, sekalipun angka-angkanya jumlahnya belum dapat dipastikan. Wanita yang kelihatan mencintai suaminya, diekpresikan dengan ungkapan dan lantunan kata yang indah, serta terkadang membuat haru, tapi ujungnya wanita itu melakukan selingkuh dengan laki-laki lain. Meninggalkan suaminya. Padahal, suaminya tidak kurang suatu apa, sehat secara pisik, dan memiliki penampilan yang memadai, kecerdasan, dan penghasilan. Inilah tragedi masyarakat modern.
Apalagi wanita-wanita yang telah memiliki penghasilan sendiri, dan merasa lebih tinggi, sulit untuk dapat menghormati suaminya, dan memberikan penghargaan suaminya dengan tulus. Justru yang sering terjadi meremehkan, bahkan tidak jarang-jarang membanding-bandingkan suaminya dengan laki-laki lainnya, yang menjadi temannya.

Wanita-wanita yang seperti ini, menurut Tsauban RA, mengatakan bahwa Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Salam, bersabda, “Para wanita yang menuntut cerai adalah para wanita munafik” . (HR.Tirmidzi). Namun, yang dimaksud dengan munafik itu, menurut As-Sundi, dalam ‘Ala Musnad, dalam hadist tersebut adalah munafik amali,bukanlah munafik I’tiqadi (keyakinan). Perbuatan seperti itu tidak layak dilakukan oleh seorang wanita mukminah dan hanya dilakukan oleh para wanita munafiqah.

Sekalipun perbuatan meminta khulu’ itu tergolong sebagai keputusan yang dibolehkan, jika benar-benar sudah tidak ada lagi solusi, yang memadai ketika seorang isteri merasa di zalimi suaminya, atau dirugikan dalam berbagai segi oleh suaminya.
Meskipun, tindakan khulu’ itu tergolong perbuatan munafik amali bukan I’tiqadi, tetapi sudah termasuk penyimpangan,yang dilarang. Mereka yang melakukan khulu’ itu bagaikan orang-orang yang berduyun-duyun, keluar mengais perniagaan yang tidak laku di kedalamannya samudera. Mereka berlayar dengan perahu syubhat dan keraguan-raguan, gelombang khayalan pun berlayar membawa mereka. Mereka dipermainkan oleh ombak dan badai, kemudian terdampar di pantai kehinaan.

“Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. Perumpaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat”. (Al-Baqarah : 16-20).
Sifat nifaq selalu muncul dari dalam diri manusia, yang menginginkan kehidupan dunia, tanpa memperhatikan kehidupan di akhirat kelak. Mereka mengejar fata murgana, mengejar kehidupan dunia, yang menyesatkan diri mereka. Tinggalkan semua yang menyebabkan jatuhnya diri ke dalam perbuatan yang dapat menimbulkan murkanya Allah. Khulu’ tanpa alasan adalah tergolong perbuatan nifaq amali’, yang dapat menjerumuskan pelakunya ke dalam nifaq I’tiqadi. Wallahu’alam.

source: eramuslimdotcom

Nabi Ayub pun Tersenyum


Allah mencintai hamba-hamba-Nya dengan cara yang unik dan berbeda-beda. Semakin tinggi ketakwaan seorang hamba, semakin unik cara Dia mencintainya. Salah satunya adalah Nabi Ayub. Lelaki yang diamanahkan Allah untuk mengemban misi ketuhanannya itu dicintai Allah dengan penyakit yang sangat parah. Tak tanggung-tanggung, karena penyakitnya itu, Ayub alaihi salam dijauhi sahabat dan kerabatnya. Mereka tak tahan berdekatan lantaran aroma tak sedap dan takut tertular.


Maha suci Allah yang telah menciptakan manusia semulia Ayub. Ia tak pernah membenci Allah dengan takdirnya, tak pula ia merasa bahwa Tuhan yang dicintainya itu tak adil terhadapnya. Semakin berat sakit yang dirasa, semakin cinta Ayub kepada Allah. Dan mulianya Ayub, semakin parah penyakitnya semakin ia tersenyum. Allah dan para malaikat pun kan tersenyum oleh kesabaran lelaki mengagumkan itu.
Memang takkan sebanding jika sekarang saya mengajukan sebuah nama untuk menyandingkannya dengan Nabi Allah itu. Namun teramat banyak saya harus belajar tentang arti kesabaran dan cinta kepada Allah dari sahabat yang satu ini. Hesti, alias Titi yang lima belas tahun menderita radang sendi sehingga ia kini hanya bisa tergolek tak berdaya di kamar tidurnya. Namun ia tetap terlihat ceria dan bersemangat menjalani hidupnya. “Saya ingin terlihat tetap bersyukur, dan saya ingin tersenyum saat harus menghadap-Nya,” ujar gadis itu.
Kemarin saat bertelepon dengannya, saya bertanya satu hal yang paling tidak ingin saya tanyakan kepadanya karena khawatir menyinggung perasaannya. “Mbak, tak inginkah mbak Titi sembuh?”
Saya tak pernah menyangka jawabannya. “Tidak, sebaiknya saya tetap seperti ini sambil Allah memberikan kehendaknya.”
Titi pun menjawab penasaran saya yang seolah bertanya, “kenapa.” Menurutnya, ia amat bersyukur Allah menimpakan penyakit ini kepadanya, meski sudah sangat lama ia menjalani hari-harinya di kamar tidur. Hidup dengan bantuan orang lain, bahkan untuk ke kamar kecil sekali pun. Radang sendi yang dideritanya membuat seluruh persendiannya sakit tak berdaya. Ia membutuhkan bantuan orang lain untuk seluruh aktivitasnya.

Tapi Titi tetap tersenyum. “Kalau saya sembuh, saya tidak yakin akan tetap sedekat ini dengan Allah. Saya tak pernah yakin akan tetap khusuk beribadah, akan menangis di setiap sujud panjang saya jika saya bisa berdiri dan sehat. Boleh jadi saya akan menjauh dari-Nya, hidup dalam kesenangan yang membuat saya lupa akan kematian,” tuturnya.

“Jadi, mbak tidak ingin sembuh?” tambah saya yang semakin termangu oleh kata-kata ajaibnya.
“Biarlah saya tetap seperti ini. Saya yakin Allah sedang mencintai saya dengan takdirnya. Jujur, saya tak ingin sembuh karena saya takut Allah tak lagi mencintai saya.” Duh, Titi rasanya tak ada alasan Allah tak mencintaimu. Sungguh saya iri kepada Titi, karena saya yakin Nabi Ayub akan pun tersenyum melihat Titi.

2X LIPAT BALASAN BAGI SEDEKAH DALAM 2 JAM



Atas semua amal yang dilakukan oleh seorang hamba, Allah Ta’ala telah sediakan baginya balasan terbaik. Ada balasan amal yang langsung diberikan di dunia, ataupun ditangguhkan di akhirat. Banyak juga yang diberi karunia oleh-Nya mendapat balasan di dunia sebelum panen kebaikan di akhirat kelak.

Atas semua jenis balasan itu, Allah Ta’ala memiliki hikmah yang amat bijak bagi siapa yang mau memungutnya. Pun, di dalamnya terdapat ujian yang besar bagi seorang hamba. Apakah hal itu akan menambah kualitas iman dan semangatnya untuk memperbaiki diri, atau sebaliknya.

Bagi siapa yang melaksanakan amal dengan ikhlas hanya karena Allah Ta’ala, baginya tersedia balasan agung, melebihi apa yang dibutuhkan olehnya.

Bajuri, sebut saja namanya begitu, tengah mengendarai mobil menuju ke sebuah lokasi perkantoran di wilayah Jakarta. Di tengah jalan, ia teringat dengan adik kandungnya yang sudah lama tak bertukar kabar.

Tak lama kemudian, Bajuri pun mengambil ponsel untuk menghubungi istrinya, “Mah, tolong transfer senilai 1,5 juta ke rekening yang ayah SMS-kan setelah ini ya?”

Merasa perlu mendapat penjelasan, istrinya itu bertanya, “Itu uang apa, Pah? Untuk siapa?”

Bajuri menjawab singkat, “Transfer aja. Pakai mobile banking. Nanti papah ceritakan.” Ia pun menutup pembicaraan singkat dengan istrinya.

Berselang jenak, Bajuri meneruskan nomor rekening yang ia terima dari adiknya kepada sang istri. Hanya sepuluh menit kemudian, sang istri memberi kabar bahwa uangnya telah ditransfer ke nomor rekening tersebut.

Bajuri pun kembali menekan tombol nomor di ponselnya untuk menghubungi adiknya, Paijo, yang tinggal di Semarang bersama anak dan istrinya.

“Apa kabar, Jo?” Sapa Bajuri setelah mengucap salam.

“Alhamdulillah, Mas.” Lanjut Paijo, “Kami sekeluarga sehat.”

“Syukurlah kalau begitu”, lanjut Bajuri, “Gini, Jo. Barusan Mbak Feni transfer 1,5 juta ke rekeningmu. Coba dicek, sudah masuk atau belum.”

Mendengar itu, Paijo terdiam sejenak sebelum akhirnya mengucap syukur dan sampaikan terima kasih tak berujung kepada kakaknya. Rupanya, anaknya baru akan masuk SMP dan ia belum memiliki uang untuk membayar biaya masuk yang besarnya 1,5 juta.

Harunya bertambah ketika kakaknya mentransfer uang sejumlah itu, padahal ia belum menyampaikan ceritanya. Ini juga jawaban atas doanya, sebab sudah sekian banyak upaya dilakukan, tapi semuanya menemui jalan buntu.

Bajuri pun menutup pembicaraan sebab mobil yang dikendarainya akan segera sampai di kantor yang ia tuju.

Setelah memarkir mobil, Bajuri langsung menuju ruangan pertemuan. Di sana sudah menunggu jajaran staff dan pimpinan perusahaan. Rupanya, Bajuri adalah seorang konsultan. Pendapat dan sarannya ditunggu demi kemajuan perusahaan yang mengundangnya itu.

Maka berlalulah waktu sekitar dua jam. Bajuri menyampaikan masukan setelah mendegarkan penjelasan praktisi dan pihak manajemen perusahaan. Setelahnya, Bajuri pamit karena masih ada urusan yang harus dia selesaikan.

Saat bergegas meninggalkan ruangan meeting, ia mendengar suara sepatu yang beradu dengan lantai mengejarnya.

Setelah berhasil mengejar dan berbasa-basi sejenak, disampaikanlah kepada Bajuri, “Maaf, Pak. Bisa minta tanda tangannya di sini?” Ujar sekretaris tersebut sembari menyodorkan selembar berkas.

Belum sempat bertanya, Bajuri sudah mendapatkan penjelasan dari sosok tersebut, “Bos saya nitip salam untuk Bapak. Beliau menitipkan ini,” terangnya sembari menyodorkan amplop berisi cek tunai senilai tiga juta rupiah.

Bajuri pun bergegas melanjutkan langkahnya setelah melempat senyum dan menyampaikan terimakàsih.

Dalam perjalanan pulang itu, Bajuri pun menelpon istrinya, “Mah, dua jam lalu Papah meminta Mamah untuk transfer. Itu nomor rekening adikku.” Sang istri mengiyakan apa yang disampaikan suaminya. Lanjut sang suami mengakhiri, “Nah, dua jam kemudian, Papah mendapatkan rezeki dua kali lipat dari jumlah yang kita berikan kepada Paijo.”

Artikel Lain :