Ketika Aku Mengagumimu ♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥

oleh RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF pada 30 Oktober 2010 
 
 
 
Jodoh adalah rahasia Tuhan yang tak pernah bisa ditebak.
Pertemuan kita adalah sebuah bukti rahasiaNYA.
Begitu banyak jurang pemisah antara kita.
Tapi pertemuan dua hati tak ada yang bisa memisahkan.
Walau seberat rintangan apapun akan dihadapi.
Begitu mahal kita menebus rasa cinta itu.
Tapi begitu banyak yang mendukung hati kita untuk bersatu.
Walau kita dan mereka tidak pernah saling mengenal.
Tapi ikatan kita adalah menyatukan perbedaan yang ada.


Dan itu telah kita ikrarkan 5 tahun lalu.
Derai air mata memang tidak kamu keluarkan.
Tapi itu tertumpah dimataku karena sebuah perjuangan.
Telah aku selesaikan Sayank, waktu 5  tahun telah berlalu.
Memang masih belum lama usia pernikahan kita.
Tapi aku akan terus belajar.
Untuk bisa menjaga ikatan suci ini.
Aku belum bisa membuatmu bahagia.
Tapi aku yakin aku bisa memberimu lebih .
Makasih Nuratika atas cintamu selama ini.
Semua pengorbananmu takkan pernah aku sia siakan.
Aku mencintaimu sekarang dan selamanya.


Hari ini saya tiba-tiba teringat ternyata bulan depan tanggal 13 genap Ulang Tahun Pernikahan kita. Hampir lupa ketika tanpa sengaja melihat tanggal, dan sayapun menyempatkan diri untuk menelpon istri hanya sekedar mengucapkan " SAYANG BULAN DEPAN ADALAH HARI ULANG TAHUN KITA …."  dan setelah telepon aku tutup, sebuah balasan berupa sms dari istri. "Maaf ya sayang aku lupa…..yang aku ingat cuma aku selalu sayang padamu……, Suamiku sayang ... bulan depan juga tanggal 07 genap usiaku menjadi 27 tahun, pasti suamiku memberi hadiah yang special buat istrimu ini.... Aku juga akan kasih kejutan yang indah buatmu di tanggal 25 bulan depan.. miss u"


Terima Kasih ku ucap padamu wahai Belahan Jiwaku.... Meski jauh kau berada di negeri lain, hatiku dan hatimu begitu erat menyatu... Meski sering terbersit rasa cemburu , yang kuanggap itu wajar karena aku tak mau kehilanganmu. Jarak tidak mampu menghalang dua hati yang saling mencintai karena Allah. Kami menunggu kedatanganmu sayangku... Buah hati kita telah tumbuh menjadi anak yang cantik dan cerdas. Yach, Tika Sari itulah nama yang kita berikan buat anak semata wayang kita. Semoga dia menjadi anak yang berbhakti dan membanggakan kita... Amiin

tANGIS yang Hidupkan Jiwa Mati ♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥

oleh RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF pada 21 Oktober 2010
 
 
Air mata takut hari pembalasan untuk tambah ilmu lebih mahal daripada isi dunia
DUA belah mata boleh menangis, tetapi hati tetap ridho atas ketentuan-Nya. Demikianlah keadaan orang Mukmin yang bersedih. Tawa dan tangis, gembira dan sengsara, nikmat dan ujian semuanya adalah lumrah kehidupan.
Seseorang itu tidak mungkin hanya melalui satu episode dalam kehidupannya, sedih dan menangis untuk selama-lamanya. Semua akan datang dan pergi silih berganti, tiada yang kekal di dunia ini.
Orang beriman berada di atas batas pertengahan, tidak berlebih-lebihan mengungkapkan perasaan yang bergejolak di hati. Inilah yang disebut sebagai jiwa hamba yang zuhud. Apabila mendapat nikmat, tidak terlalu gembira dan jika diserang musibah tidak pula terlalu bersedih. Semua dikembalikan kepada ketentuan Allah semata-mata.
Menangis adalah suatu ungkapan perasaan normal pada diri manusia. Biasanya manusia menangis atas sebab tertentu. Mungkin berduka karena sudah kembali kepada Allah seseorang yang mereka kasihi. Karena rindu yang menyiksa kepada orang disayangi.
Begitu juga orang akan menangis apabila menahan sakit, tidak kira sakit karena dilukai perasaannya ataupun sakit pada zahir tubuh badannya. Orang akan menangis apabila kehilangan harta, disiksa dan dizalimi, diusir atau dihina pribadinya dan dipermalukan di khalayak ramai.

Menurut al-Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah, tangisan boleh dijabarkan menjadi 10 jenis mengikut berbagai maksud dan tujuan. Tangisan kasih sayang, ketakutan, gembira, kegundahan, cinta dan rindu, kesedihan, tidak berdaya, kemunafikan, orang suruhan dan tangisan ikut-ikutan.
Satu tangisan yang istimewa dianugerahkan Allah SWT kepada hamba-Nya. Tangisan ini tidak bersifat melemahkan semangat, bahkan ia boleh menghidupkan jiwa yang sudah lama mati. Ia tidak mendatangkan rasa putus asa dan kesakitan, bahkan air mata ibarat gelombang membangkitkan rasa optimis, dan azam bergelora.
Tangisan itu membawa satu janji untuk hidup lebih berarti dan ia mampu menbuka pandangan mata hati menerawang alam lebih jauh lagi. Alam ghaib tidak nampak di mata kasar, hanya hati yang beriman boleh merasakan kebenarannya. Tangisan itu dianugerahkan kepada Nabi dan Rasul, syuhada dan orang sholeh. Mereka berhak mendapat perlindungan Allah pada hari yang tiada perlindungan, selain perlindungan-Nya.

Menangis tidak semestinya menunjukkan seseorang itu lemah bahkan menangis karena takut kepada Allah boleh membangkitkan semangat seorang hamba untuk mengorbankan segala-galanya yang dimiliki demi Tuhannya.
Bukankah syuhada menumpahkan darahnya karena memuliakan Ayat Allah, biarlah kita mulai dengan meneteskan air mata karena Allah, itu saja yang mampu karena harga setetes air mata taubat itu lebih mahal dari dunia dan segala isinya.

Kesibukan memuaskan nafsu syahwat terlalu mengganggu kekhusyukan hati. Akhirnya kelalaian itu menjadi kebiasaan, bagi yang sudah terbiasa akhirnya bukan menjadi suatu aib sesudahnya. Semakin lama dirinya semakin tenggelam kealpaan. Bahwa kita perlukan pertolongan Allah karena hanya Allah yang berkuasa menyelamatkan manusia daripada kejahatan dirinya sendiri.
=============================================


Tears of fear of retaliation to add science today is more expensive than the world.

TWO sides eyes may weep, but the heart is still blessing of His provision. Such a sad state of the believers. Laughter and tears, joy and passion, pleasure and exams are all normal life.

Someone was not possible only through a single episode in his life, sad and cry forever. All will come and go and go, nothing is eternal in this world.

The believer is above the limit of mid, no exaggeration express feelings that flare up in the liver. This is called as a servant of the ascetic life. Where to get delicious, not too happy, and if attacked calamity nor too sad. All returned to the provisions of God alone.

Crying is a normal expression of feelings in human beings. Usually people cry for a certain reason. Perhaps mourning has returned to God someone they loved. Due to an agonizing longing to someone dear.

Likewise, people will cry when in pain, do not think the pain of injured or sick feeling in his body . People will cry if the lost treasure, tortured and oppressed, expelled, or personal insulted and humiliated in public.


According to al-Imam Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah, weeping may translated into 10 types follow different goals and objectives. Tears of love, fear, joy, anxiety, love and longing, sadness, helplessness, hypocrisy, the messengers and the cries went along.

One special cries to Allah bestowed His servants. These cries are not weaken the spirit, even he could turn the soul long dead. He did not bring the despair and pain, even tears are like waves evoke a sense of optimism,  vibrant and highly respected.

Cries that bring a promise to live more meaningful and he is capable of opening a careful eye gaze dreamy nature further. Nature supernatural does not appear in the eyes of coarse, only the faithful heart can feel the truth. The crying was conferred upon the Prophet and Apostles, martyrs and pious people. They are entitled to the protection of Allah on the day that no protection, in addition to his protection.


Crying is not supposed to show a person is weak even to cry for fear of God should raise the spirit of a servant to sacrifice everything owned by his Lord.

Is not martyrs shed their blood for God's glory Verse, let us begin with shed tears because of God, that's capable of because the price of a single tear that repentance is more expensive than the world and everything in it.


Busyness satisfy lust too disturbing absorption liver. Eventually it becomes a habit negligence, for those who are used to finally not be a mortification followed. The longer he was getting drowned negligence. That we need God's help because only God with power saving people than crime itself.

=============================================

Wis Sak mestine Ati iki Nelongso ♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥

oleh RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF pada 22 Oktober 2010
 
 
Wis sak mestine ati iki nelongso. (sudah sepantasnya aku merana) 
Wong sing tak tresnani mblenjani janji. (orang yang kucintai ingkar janji) 
Opo ora eling naliko semana. (Apa gak ingat waktu itu) 
Kebak kembang wangi jroning dada. (Penuh bunga harum didalam dada) 

Kepiye maneh iki pancen nasibku. (Gmana lagi sudah nasibku) 
 Kudu nandang lara kaya mengkene.(Harus merasakan derita seperti ini) 
 Remuk ati iki yen eling janjine.(Hancur Hatiku kalau ingat janjimu) 
 Ora ngiro jebul lamis wae.(Tidak menyangka ternyata dusta) 

Gek opo salah awakku iki.(Apa salah diriku ini) 
 Kowe nganti tego mblenjani janji.(Kamu sampai tega ingkar janji) 
 Opo mergo kahanan uripku iki.(Apa karena keadaan hidupku ini) 
 Mlarat banda seje karo uripmu.(Miskin harta benda beda sama kehidupanmu) 
 Aku nelongso mergo kebacut tresno.(Aku nelangsa sudah terlanjur cinta) 
 Ora ngiro saiki ne cidro.(Tak menyangka sekarang terluka)

Aku nelongso mergo kebacut tresno. (aku nelangsa karena terlanjur cinta) 
Ora ngiro saiki ne cidro.(tak menyangka sekarang terluka) 

--(cidro-didi kempot)--
=============================================


Kiranya garis takdir cinta kita, berada ditangan kuasaNya. cukup banyak kisah cinta yang saya saksikan disekitar halaman rumah jiwa saya. .dan itu cukup untuk memberikan penyadaran tentang hakikat cinta. Bahwa keinginan kita tak selalu sesuai dengan kehendakNya. karenanya kesiapan jiwa kitalah, dalam menghadapi realita itu, yang harus kita tata. yakni dengan senantiasa menjaga prasangka baik kepadaNya, robb penggenggam langit dan bumi yang memiliki 'arsy yang agung. dzat yang menggengam hati dan kemudian menghimpunnya sesuai kehendak dan keinginanNya. sehingga kita tidak punya hak sama sekali untuk melulu menyalahkan kehendakNya.
karena "...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." ( QS Al Baqarah:216).
Jadi, apa yang perlu kita khawatirkan, sementara janji allah pasti tiada sanksi.

Dari sini pula kita dapat mengerti dan memahami mengapa ada diantara kita yang dalam rangka menuntaskan misi cinta jiwa tadi tak perlu 'berdarah-darah' atau bermandi peluh duka. dia cukup mengutarakan niatnya kepada orang yang ia cintai dan akhirnya tanggal pernikahan sudah terjadwal beberapa hari kemudian. begitulah, ketika harapannya bertemu garis takdir cintanya, sesuai dengan jehendakNya. meskipun sebetulnya pertemuan keduanya sepele, mungkin, menurut ukuran kita. melalui facebook mungkin, atau ternyata adik saudara seperjuanganya sendiri.

Namun saya juga meyakini hal ini. ada juga beberapa diantara kita yang bernasib lain. kalaupun tidak bisa dikatakan tragis, mungkin lebih tepatnya 'cukup' menyedihkan, jika harus melaluinya. jadi tak heran jika ada sepasang aktifis dakwah atau muda mudi yang keliatannya sudah sangat 'dekat' dalam hal interaksi, satu organisasi misalnya. sehingga memiliki ikatan emosi yang kuat, dan bahkan publikpun sudah memvonis mereka sebagai pasangan serasi yang layak sampai kepelaminan. namun garis takdirnya kemudian mendahului dan menentukan akhir cerita yang tidak sesuai dengan harapan dan citacita mereka. karena mereka akhirnya harus terpisah.seluruh prediksi yang selama ini dilontarkan oleh publik meleset. pada akhirnya mereka menikah dengan pasangan mereka masing masing, yang sesuai dengan pilihan orangtuanya misalnya. jadi seperti itulah cinta jiwa, mungkin tuntas dengan manis dan menyejarah, namun mungkin juga tragis dan sangat menyedihkan. ini murni menurut saya, anda boleh tidak sepakat.

Atau mungkin juga, ada yang cinta jiwanya harus terbentur oleh dinding-dinding takdirNya. sehingga ia harus berkali-kali patah hatinya sebelum ia kokoh menemukan sandaran. dan kita semua tidak bisa protes dengan hal itu. karena memang begitulah takdir yang telah ditentukan allah bagi kita. namun kita masih bisa berharap dan bercitacita garis takdir cinta kita, akan baik bagi jiwa, agama, nasab, kehormatan, dan harta kita. namun terlebih dahulu kita harus menemkan benang merah ini, apapun garis takdir yang telah ditentukan pada perjalan cinta kita dalam menuntaskan misinya, kita harus menempatkan cinta kepada dzat yang telah menciptakan cinta, menyemainya ditamantaman peradaban, dan meniupkan ruhul qudus yang menghidupkannya, mekar menghiasi sejarah umat manusia dan mengharum sepanjang masa. Allah azza wajalla, diatas cinta jiwa macam ini. karena dengan seperti itu kita telah menghidupi cinta jiwa kita dengan sebuah misi yang pasti akan menghidupkannya, dan menjadikannya sumber kehidupan bagi kehidupan jiwa kita. Bukan begitu??

IVA "BUKAN" BIDADARI BERMATA BENING ♥♥♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥

oleh RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF pada 30 Oktober 2010

Bidadariku, engkau inspirasi dimana tenaga tumbuh,
menumbuhkan kisah manis sepanjang hari,
bernada kerinduan, berlirik cinta sambung menyambung,
bergelora menghidupkan suasana dunia.
Bidadariku, cinta dan kasihmu,
dasar kesenangan atas perjuanganku,
inti atas tenaga yang tak kunjung pupus,
menjalani hari tersenyum tuk masa depan nanti.
Bidadariku, wanita yang teramat kucintai, yang sangat kusayangi,
engkau adalah inspirasiku, adanya dirimu,
hari-hariku terasa berguna, hari-hariku menjadi tiada sepi,
berbinar-binar berhias lengkung pelangi indah.
tiada dirimu, hidupku terasa kelam,
tiada inspirasi dan tiada dapat bertindak,
bak orang linglung tiada tenaga, tiada kreasi dan keindahan, bak bumi tiada surya.




♥♥♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥ ♥♥♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥
Degup hatiku bertambah kencang ketika sesampai dirumahnya, aku melihat keluarga Iva sudah berkumpul. Tak ada wajah cerah disana. Ibundanya langsung menghampiriku dan menarikku ke pojok ruangan.
Dan dari ibunya lah aku tahu semuanya. Dokter sudah menyerah. Jantungnya semakin melemah. Ternyata Iva sejak kecil mempunyai kelainan jantung. Dokter yang merawat bayi Iva itu meramalkan Iva hanya bisa bertahan sampai usia tiga tahun. Tetapi Allah berkehendak lain. Iva bertahan bahkan sampai usia 27 tahun.
Aku tercekat, apakah dia sekarat? Saat kutanyakan Ibundanya, beliau mengangguk pelan. Tak lama kemudian kakanya memberi isyarat menyuruh aku masuk ke dalam. Kakiku langsung lemas, pandanganku kabur. aku berdoa semoga tidak terjadi apa-apa . semoga ini hanya mimpi.
Iva terbaring pucat diranjang dan menatapku sayu. Tetapi dia tetap tersenyum. aku mendekat duduk di sebelahnya.Iva berusah duduk tapi kucegah. Namun dia bersikeras. Aku tak kuasa menolaknya. Kubantu dia duduk dan kusandarkan dia kedadaku. Aku memandangnya lama sekali dan kulihat nafasnya tersengal-sengal. Aku menangis, kami hanya saling pandang tanpa berkata-kata. Hatiku berdesir dan mengeluh . Mengapa?? Tiba-tiba tangan Iva sedikit terangkat dan menyentuh pipiku. Dengan ujung jarinya dia menghapus bulir air mata yang merayap turun di pipiku.

" Jangan menangis,Mas.. Iva tak apa-apa koq, cuma letih , Iva capek , ingin pulang dan istirahat."
" Kau benar tak apa-apa kan, Va?"
Dia menggeleng, "Iva tak apa-apa, aku akan baik-baik saja"
Ya Allah , bagaimana mungkin Iva baik-baik saja? Aku tetap membisu, terus berdzikir dan berdoa.  Aku tahu semua akan terjadi hari ini. Aku bisa merasakannya, dadaku nyeri.
" Mas, kalo Va pergi , mas jangan sedih ya?" tiba-tiba Iva berucap sambil menggenggam jemariku
" Jangan menangis. Iva tak akan mati. Muslim yang baik takkan mati bukan? Iva hanya ingin pulang, semalam Va mimpi diantar seseorang ke rumah yang bersih dan kamarnya luas. Baunya Wangi, ada taman yang  indah." Tiba-tiba dia batuk-batuk.
Lalu melanjutkan, " Orang-orang menghiburku, tetapi aku tak kan bertahan lama di dunia yang fana ini, tetapi aku tidaklah cemas. Kematian bukan akhir segalanya, kematian adalah jalan pulang kita kembali kepada Allah, yang setiap harinya kita ingat dan kita rindukan Ridha-NYA. Adakah tempat kembali yang lebih baik daripada Allah?"
"Jangan berkata lagi Iva, istirahatlah!' pintaku cemas ketika kulihat nafasnya semakin tersengal-sengal.

Ya Allah, kenapa dia begitu dekat saat Iva sepertinya harus berpisah dariku? Kulihat wajahnya tiba-tiba terang dan cerah. Bibirnya tersenyum dan nafasnya tak lagi tersengal-sengal. Ia nampak tertidur dengan tenang. Kututupi tubuhnya dengan selimut. Aku menoleh kearah jendela, aku melihat sehelai daun dudur melambai dari sebuah pohon di Taman,, berayun pelan terus luruh ke bumi. Aku merasa jemari tangan Iva semakin dingin. Suara jam dinding yang berdetak terasa semakin keras terdengar. Selesai sudah perjalanan Iva , ia sudah memenuhi tugasnya sebagai hambaNYA.

Tetapi semua itu hanya kenangan , kenangan indah tentang senyum yang lembut, tentang amarah yang meluruskan sikap, tentang ucapoan-ucapan yang arif, tentang leganya saat tangis terpecah dipangkuan. Ia hanya seperti mimpi yang lenyap saat aku bangun.
Aku ingat perkataan guruku waktu itu, " akan ada lagi perpisahan yang menyakitkan". Aku semakin mengerti kenapa jauh hari guruku ngomong seperti itu, jika aku meratapi kepergian Iva, aku tertipu. Tak ada yang perlu diratapi, Allah lebih mencintai Iva daripada aku, oleh karena itu dia dipanggil lebih cepat. Nafsuku yang ingin memiliki Va menjadi pemberontak dan kecewa karena rasa itu hanya milik illusi. Nafsuku diam-diam menipuku kalau aku bisa membahagiakan Iva. Tapi perpisahan ini mengingatkan aku bahwa hanya Allah sajalah Pemilik Kebahagiaan. Allah Pemilik Segala Makhluk.


"Kau tak apa-apa?" Guruku menepuk bahuku.
aku menggeleng " Perpisahan ini begitu cepat, rasanya baru kematin aku merasakan kebahagiaan, tetapi kini terhapus sudah."
Dia kembali menepuk bahuku " Maut adalah sesuatu yang dinanti-nanti ahli dzikir , ia adalah gerbang menuju keabadian. Maut adalah seperti sahabat yang ditunggu-tunggu kedatangannya disetiap saat oleh para Pecinta Allah. Karena maut adalah pengantar sebaik-baiknya tempat peristirahatan. Kesedihan adalah karunia mujarab untuk kemajuan rohani kita. Kita akan terus mengalami perpisahan demi perpisahan, sampai pada akhirnya kita berpisah dengan raga kita. Nabi juga pernah mengalami duka, semenjak beliau bayi."

Aku menghela nafas dan kini aku mengerti begitu sulitnya untuk menjadi hamba Allah yang paripurna, betapa sulitnya menerapkan La ilaha illa Allah dalam kehidupan. Betapa mudahnya diucapkan. Tetapi kini aku mendapat tamparan keras denagn kematian Iva. Walau tahu hatiku rela, tatapi pikiran dan nafsuku tak pernah rela, mereka memberontak, membuat dada dan hatiku sesak dan pengap!
Setetes airmata menimpa hidungku. Lalu di susul dengan tetesan-tetesan kecil lainnya. Aku dan guruku segera pulang....
♥♥♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥

HIKMAH DIAM ♥♥♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥

oleh RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF pada 27 Oktober 2010
 
 
Bagi mereka yang beriman, lidah yang dikurniakan oleh Allah itu tidak digunakan untuk berbicara sesuka hati dan sia-sia. Sebaliknya digunakan untuk mengeluarkan mutiara-mutiara yang berhikmah. Oleh itu, DIAM adalah benteng bagi lidah manusia daripada mengucapkan perkataan yang sia-sia.

HIKMAH DIAM
1. Sebagai ibadah tanpa bersusah payah.
2. Perhiasan tanpa berhias.
3. Kehebatan tanpa kerajaan.
4. Benteng tanpa pagar.
5. Kekayaan tanpa meminta maaf kepada orang.
6. Istirihat bagi kedua malaikat pencatat amal.
7. Menutupi segala aib.

Kemarin saya tersentak oleh pesan seorang sahabat “Tahu gak bahwa apa yang keluar dari mulut kita itu adalah kita” dan kemudian saya merenung atas apa apa yang pernah saya ucapkan, perkataan baikkah atau kata kata yang menyakitkan saya yang mampu saya ucap, atau rentetan dusta yang tak mampu saya bendung, lalu terbayang oleh saya ketika sumbu amarah saya tersulut oleh perbuatan orang lain yang tidak menyenangkan hati, saya memaki dengan kata kata “bodoh” yang jika dikatikan dengan pesan sahabat saya tadi, kata bodoh yang saya tunjukan untuk orang lain sesungguhnya itu adalah saya, iya itulah saya, ketika saya mengatakan orang itu “ular berkepala dua” karena suka mengadu domba dan memfitnah, mungkin saya juga begitu, jadi siapa saya, saya adalah yang keluar dari mulut saya itu, ya ALLAH...............



Beberapa hari yang lalu guru mengaji menasehati saya dengan kata kata yang indah, “Diam itu adalah emas, diam adalah ibadah yang tanpa bersusah payah, diam adalah perhiasan bibir tanpa berhias dengan pemerah, diam adalah kehebatan tanpa kerajaan, benteng tanpa pagar, kekayaan tanpa meminta kepada orang, istirahat bagi kedua malaikat pencatat amal, penutup segala aib“
… Subhanallah, indahnya diam …

Saya mulai berpikir, jika dalam sehari itu ada 24 jam, dikurangi jam tidur saya 6 jam maka saya punya waktu hidup 18 jam dalam 18 jam ini berapa banyak kata kata bak meteor yang keluar dari mulut saya, jalan di  Jakarta yang padat membuat saya emosi dan memaki motor yang nyerempet mobil saya seenaknya, di rumah ada si mbok yang kerap saya perintah dengan kata yang kurang manis, di tempat saya menjemput rejeki saya berhadapan dengan orang orang yang tidak selalu manis dan saya membalasnya dengan lebih pahit lagi, ke Ayah saya mungkin saya tak bermaksud membentak tapi “huh” yang keluar dari mulut saya mungkin melukainya, jika saya tak mampu berkata kata yang menyenangkan sebaiknya saya diam, jika hanya bisa bohong dan bohong yang keluar dari mulut saya sebaiknya saya gak bicara sama sekali, jika hanya luka dan makian mending lakban deh mulut :(

Sungguh lidah memang tak bertulang, setiap gerakannya akan menggetarkan pita suara, dan suara yang keluar jika tak bernilai kebaikan sebaiknya diam, dan mustinya saya harus selalu ingat bahwa setiap gerakan lidah akan dimintai pertanggungjawaban oleh ALLAH di mahkamah ALLAH nanti, iya lidah akan dihisab, bicara apa dan berkata apa, di mahkamah ALLAH tidak ada pengacara yang akan membela apalagi membenarkan ucapan saya, di sana lidah saya hanya akan berkata jujur tentang semua yang pernah saya ucapkannya, dan betullah seharusnya saya DIAM ketika tidak bisa berkata benar, diam dan dzikir loh yah, bukan diam terus ngelamun jorok . 

Semakin banyak bicara semakin banyak salah, maka diam itu tidak pernah salah, jadi mulai sekarang ada baiknya kita belajar menjadi pendengar dan bukan pembicara, kekasih ALLAH itu diamnya dzikir, bicaranya dakwah, kan gitu yah?
“Kalau dihina ?” gak usah dibalas dengan hinaan, rugi lah mengotori lidah dengan menghina orang itu lagi, ketika ada orang yang menghina saya kan orang itu sedang menghina dirinya sendiri kan sebetulnya, ketika saya membalas lagi dengan hinaan, terus apa bedanya dong saya dengan dia, gak deh !! abis pahala dan energi hanya untuk membalas sesuatu yang gak penting lagi buat kita bukan? biarkan saja… sudahi saja dengan diam dan senyum manis.

Kata orang ”Setan itu mencari sahabat sahabatnya dan ALLAH melindungi kekasih kekasihNYA” salah satu agar dicintai ALLAH dan menjadi kekasih ALLAH adalah dengan menjadi ahli dzikir dan sifat dari para ahli dzikir itu “diamnya dzikir, bicaranya dakwah” …

* BANYAK DIAM TIDAK SEMESTINYA BODOH, BANYAK CAKAP TIDAK SEMESTINYA CERDIK, KERANA KECERDIKAN ITU BUAH FIKIRAN, ORANG CERDIK YANG PENDIAM LEBIH BAIK DARI ORANG BODOH YANG BANYAK CAKAP.
* MENASIHATI ORANG YANG BERSALAH, TIDAK SALAH. YANG SALAH IALAH MEMIKIRKAN KESALAHAN ORANG.

*”Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam”. (Riwayat BUKHARI & MUSLIM)
*”Barangsiapa diam maka ia terlepas dari bahaya”.(Riwayat AT-TARMIZI)

Artikel Lain :